Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Sekolah dan Siswa Pasrah Jadwal UN Dipercepat

Sekolah dan Siswa Pasrah Jadwal UN Dipercepat

Tanggal : Pukul :
253
0
Tampak siswa-siswi salah satu SMA Negeri di Palembang yang sebentar lagi akan dihadapkan pada pelaksanaan UN 2019 khusus kelas XII. (Foto: Tohir/Detik Sumsel).

Lipsus, Detik Sumsel- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Palembang menyatakan dukungan kepada pemerintah dan siap melaksanakan ujian lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

Kepala SMKN 5 Palembang, Zulfikri mengungkapkan, kebijakan pemerintah mempercepat UN 2019 dinilai tidak menjadi masalah bagi sekolah. Menurutnya, proses persiapan materi dan sarana prasarana sudah dilakukan sejak lama.

“Dari kelas dua siswa sudah kita arahkan materi untuk persiapan mengahapi UN. Jadi walaupun UN dipercepat, tidak masalah karena kita sudah rutin melaksanakan UN setiap tahunnya,” ungkapnya.

Dijelaskan Zulfikri, percepatan pelaksanaan UN dari bulan April menjadi Maret tidak menimbulkan masalah bagi sekolah dalam melaksanakan persiapan. Dia mengaku mendukung penuh kebijakan pemerintah mempercepat pelaksanaan UN 2019.

Baca Juga :   Dua Jam Koar-Koar, Dibayar Rp 30 Ribu

“Kita sudah prediksi bakal ada kemajuan jadwal UN, hal ini dapat dilihat dari kalender pendidikan. Sehingga sejak memasuki hari kedua tahun ajaran baru kita sudah memberikan informasi kepada siswa dan melakukan persiapan pembekalan materi kepada siswa terkait UN pada siswa dan guru,” ungkapnya.

Sementara itu, percepatan Ujian Nasional (UN) 2019 ternyata tidak berdampak buruk bagi siswa, bahkan siswa menganggap percepatan UN sebagai salah satu liku-liku hidup.

Salah satu siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang, Adi Usman mengungkapkan, kendati belum ada pemberitahuan resmi dari pihak sekolah terkait percepatan UN. Namun, siswa kelas 12 IPA ini tidak ambil pusing terkait jadwal UN yang dipercepat dari jadwal sebelumnya.

Baca Juga :   Beralih ke Duit Mainan, Omzet Tetap Stabil

“UN itu mau bagaimanapun tetap akan saya hadapi. Jadi jika kita sudah melakukan persiapan sejak awal, adanya percepatanpun tidak menjadi masalah berarti. Anggap saja percepatan UN ini sebagai salah satu liku-liku hidup,” ungkapnya.

Adi mengaku, meskipun informasi percepatan UN telah beredar namun pelaksanaan pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal. Siswa kelahiran Banyuasin, 4 Juli 2000 ini mengaku, tidak ada percepatan ataupun persiapan khusus lainnya yang dilakukan pihak seklah sebagai dampak percepatan UN.

“Kita belajar seperti biasa. Dan saya tidak terlalu khawatir adanya percepatan UN. Sebab saat ini UN bukan lagi sebagai penentu mutlak lulus atau tidaknya siswa seperti halnya beberapa tahun sebelumnya,” tambahnya.(tet)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here