Iklan
Pemprov

Sejak Januari 400 Lembar Uang Palsu Beredar di Masyarakat

Palembang, Detik Sumsel – Sejak awal tahun Bank Indonesia mencatat ada lebih kurang 400 lebar uang palsu yang beredar dimasyarakat dan maupun didapatkan dari perbankkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera selatan, Hari Widodo mengatakan, kalau uang palsu yang kembali di BI sejak awal tahun jumlahnya tidak banyak. “Kalau angka pasti kita harus di cek terlebih dahulu, tapi sekitar 400 lembar,” jelasnya, Selasa (18/05).

Untuk nomilanya, beragam mulai pecahan besar hingga pecahan kecil. Namun dominan uang pecahan besar yang kembali ke kita. Uang tersebut berasal langsung dari masyarakat atau bank.

“Yang pasti, uang palsu yang beredar tersebut tidak ada nilainya dan tidak bisa transaksikan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Berawal Buat Kue Untuk Anak, Hingga Jadi Usaha Rumahan

Selama periode ramadhan dan idul fitri, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya peredaran uang palsu di masyarakat. Hal tersebut di latarbelakangi kesadaran masyarakat yang sudah paham menggenai ciri ciri uang palsu dan pemeriksaan yang di terang, dilihat dan raba.

Selain memang saat ini pemerintah juga tengah mengalakkan transaksi non tunai sehingga mengurangi transaksi uang kartal dimasyarakat.

Herry menambahkan, berdasarkan daya transaksi cashless atau transaksi uang eletronik saat ini terus mengalami peningkatan seiring banyaknya merchant dan masyarakat menggunakan beralih ke cashless. “Hal ini mau tidak mau mempengaruhi peredaran uang. Ya selain cepat dan aman,”katanya

Sementara itu, Pimpinan Klp Kinerja Bisnis dan Pengelolahan Jaringan, Yudi Indra mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya peredaran uang palsu. “Belum ada ya sejauh ini,” ucap dia.

Baca Juga :   Edukasi Perbankan di Kalangan Mahasiswa dengan BI Corner

Yudi menjelaskan, ketika transaksi di perbankan dan ditemukan uang palsu maka uang tersebut akan ditarik dan dipisahkan dari uang asli. Kemudian, nasabah tersebut akan di bikinkan laporan atau keterangan mengenai asal usul uang tersebut.

Nantinya keterangan itu akan dinaikan dan diteruskan ke Bank Indonesia terkait temuan uang palsu tersebut.

“Biasanya nasabah ketika transaksi di perbankan akan lebih paham. Kalau memang ada temuan uang palsu pasti karena ketidak tahuan bukan karena kesengajaan,”tutupnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama Kalinya

Palembang, Detik Sumsel-PT. Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo, perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia mengumumkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *