Iklan

Detik
Pemprov
Security PT Artha Prigel Penganiya Dua Warga Hingga Tewas Divonis 11 Tahun
Aparat kepolisian melakukan penjagaan saat sidang vonis Ujang Boy. Foto Heru/DS

Security PT Artha Prigel Penganiya Dua Warga Hingga Tewas Divonis 11 Tahun

Lahat, Detik Sumsel — Masih ingat dengan peristiwa berdarah antara warga Desa Pagar Batu, Lahat, dengan security perusahaan sawit PT Artha Prigel, 21 Maret lalu. Ujang Boy, tersangka penganiayaan dua warga hingga berujung tewas, akhirnya divonis 11 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat.

Vonis 11 tahun tersebut rupanya lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Abby Habibullah, dengan tuntutan 9 tahun penjara.

“Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan (pasal 351 ayat 1 KUHP) dan penganiayaan (pasal 338 KUHP),” kata Ketua Majelis Hakim PN Lahat, Yoga D.A Nugroho SH MH, didampingi Hakim Anggota, Saiful Brow SH, dan Mahartha Noerdiansyah SH, Kamis (25/6).

Baca Juga :   SRITOS Bangun Town Square di Inderalaya

Kuasa Hukum korban, Redi Setiadi SH mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi putusan majelis hakim yang telah memberikan vonis terhadap terdakwa lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Ini menunjukkan hakim memiliki kebebasan, walaupun tuntutan awalnya hanya 9 tahun penjara,

“Harapan pihak korban, terdakwa divonis 15 tahun penjara. Vonis ini membuktikan bahwa petani Pagar Batu jelas dibunuh dan dianiaya. Selanjutnya keluarga korban akan melayangkan gugatan perdata untuk menuntut ganti rugi,” kata Redi.

Kendati digelar secara virtual, Pengadilan Negeri Lahat yang menggelar sidang vonis tersebut, tetap dijaga ketat aparat kepolisian. Menghindari terjadinya amukan warga, atas hasil putusan sidang.

Baca Juga :   PWI Sumsel  Sukses Diskusi Terkait Pilkada Ditengah Pandemi Covid-19

“Situasi aman dan kondusif. Kita berjaga karena banyak warga yang datang untuk menyaksikan persidangan tersebut,” ujar Kapolsek Kota Lahat, Iptu Irsan Rumsi.

Sekedar mengingatkan, kasus pembunuhan dua petani warga Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat terjadi pada 21 Maret lalu. Dua petani tewas adalah Putra (33) dan Suryadi (36). Sedangkan dua petani lainnya mengalami luka bacok yaitu Sumarlin dan Lion Agustin. Selain Ujang Boy yang kini sudah berstatus narapidana, polisi juga masih memburu pelaku lainnya. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Usai Apel Pagi, Perwakilan Personel Polda Sumsel Tes GeNose Covid 19

Palembang, Detik Sumsel — Lebaran idul fitri hari keempat Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *