Detik
Empat pelaku pembunuhan Inah Antimurti saat dihadirkan di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang

Sebelum Bunuh dan Bakar Inah, Pelaku Terlebih Dahulu Konsumsi Sabu

Palembang, Detik Sumsel — Dua dari empat pelaku pembunuhan disertai pembakaran terhadap Inah Antimurti (20) yang ditangkap petugas gabungan Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel, Polres Ogan Ilir dan Polsek Gelumbang ternyata masih dibawah umur keduanya adalah FB (16) dan DP (16) sedangkan dua pelaku lainnya Abdul Malik dan Feriyanto sudah dewasa. Satu pelaku lainnya AS masih dalam perburuan.

Keempatnya merupakan warga Desa Pedataran, Talang – Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Keempat pelaku sebelum melakukan pembunuhan Inah pada Sabtu (19/1) keempat terlebih dahulu mengkonsumsi narkoba jenis sabu sabu.

“Sebelum melakukan pembunuhan kami berempat menghisap sabu diajak Asri (DPO). Sudah hisap sabu kami lalu ikut Asri membunuh lalu mayatnya kami buang,” kata salah satu pelaku, Abdul Malik saat dihadirkan pres rilis di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Rabu (23/1/).

Baca Juga :   Kades Suka Makmur Dalangi Aksi Pengeroyokan Satpam PT Lonsum

Adapun sabu yang mereka konsumsi merupakan pemberian Asri dan sabu tersebut diberikan secara gratis oleh Asri pada malam pembunuhan. Diakui keempat nya memang sudah sering mengkonsumsi sabu bersama Asri.

“Kalau sabu yang biasa kami hisap dibeli dengan patungan sebesar 50 ribu, waktu malam itu kami hanya dikasih sabu secara gratis oleh Asri. Namun diminta bantu untuk membuang mayat,”jelasnya.

“Semalam kami ditangkap saat berada dirumah kami masing-masing. Kami terkejut saat polisi datang kerumah kami,”bebernya.

Diketahui, mayat Inah Antimurti perempuan tanpa identitas ditemukan, Minggu (20/1) di Desa Sungai Rambutan, Ogan Ilir. Saat ditemukan, kondisinya tidak lagi utuh.

Baca Juga :   Tujuh Jam Bersembunyi di Rawa - rawa, Pencuri Speaker Dihajar Warga Saat Keluar Akan Keluar

Adapun ciri-cirinya antara 17-20 tahun dan belum lama dibakar. Dileher dan tangannya ada jeratan kawat. Dikuping dan tangannya polisi menemukan antingan dan jam tangan.

“Tubuhnya tidak utuh lagi, dan tidak ditemukan identitas yang melekat. Dugaan kami ini korban pembunuhan, usia masih remaja antara 17-20 tahun,”pungkasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Ekonomi Sumsel di Prediksi Membaik pada 2021

Palembang, Detik Sumsel – Bank Indonesia (BI) optimistis, pemulihan ekonomi nasional akan terwujud pada 2021. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *