Pemerintah Sumatera Selatan
TAG TOYOTA
BANK INDONESIA
Beranda PALI Sawah Terendam, Petani di PALI Alih Profesi Nangkul Ikan

Sawah Terendam, Petani di PALI Alih Profesi Nangkul Ikan

Tanggal : Pukul :
505
0
Sawah Terendam, Petani di PALI Alih Profesi Nangkul Ikan
Warga saat melakukan aktifitas nangkul ikan.

PALI, Detik Sumsel – Pemandangan berbeda terlihat dari aktivitas sejumlah warga yang berada di sekitar aliran sungai Lematang, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) beberapa Minggu terakhir, terutama di musim penghujan, hal ini karena warga yang biasa bertani, kini beralih sebagai nelayan dadakan atau menangkap ikan menggunakan jaring angkat yang kerap disebut nangkul oleh warga setempat.

Sebagian warga berburu mencari ikan dengan memanfaatkan waktu menangkul ikan yang muncul di sejumlah lokasi aliran sungai akibat curah hujan yang tinggi sehingga meluapkan aliran sungai Lematang.

Seperti terlihat diungkapkan Kolian (49) seorang petani asal Desa Raja Induk, Kecamatan Tanah Abang, ia mengaku sudah sepekan terakhir dibantu kerabatnya beraktivitas mencari sejumlah ikan sungai berbagai jenis dan ukuran di sekitar lokasi aliran air deras dari luapan Sungai Lematang.

Baca Juga :   Disapu Banjir, Areal Persawahan Ini Jadi Aliran Sungai

“Terpaksa mencari ikan mudik atau jaring ikan, karena lahan sawah sejak musim penghujan terendam air sehingga tidak bisa digunakan bercocok tanam. Mencari kan sudah sepekan, biasa waktunya musim hujan sampai bulan Maret mendatang dan terpaksa menunggu kembali bersawah bulan Maret mendatang,” keluh Kolian.

Dari hasil pencarian ikan mudik atau menangkul ikan, ditambahkan Kolian biasanya ia langsung jual ke sejumlah warga yang datang mencari ikan untuk dikonsumsi oleh para warga dan tetangga sekitar rumah.

Baca Juga :   Usai Asap, Warga Khawatir Banjir

“Adapun beberapa jenis ikan yang dapat seperti ikan sepat siam, sepat pinggir, betok, serta tembakang, bahkan ikan nila hingga baung maupun patin sungai,
Sementara untuk hasil yang diperoleh, selama sehari menangkap ikan mudik, bisa mencapai 30 kg hingga 40 kg dari seluruh jenis ikan,” tambah Kolian.

Sementara itu, ia menjelaskan bahwa warga biasa menyebutnya dengan sebutan ikan mudik, karena itu terjadi disetiap air sungai lematang pasang dimusim penghujan. “Kalau untuk penjualannya perkilo kita jual dengan harga Rp 15.000 rata-ratanya,” pungkasnya.(haw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here