Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Daerah Santri Harus PD Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Santri Harus PD Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Tanggal : Pukul :
1186
0
Santri Harus PD Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
M Abdullah Syukri SIP MA, Delegation for 1000 Abrahamic Circles Project to Serbia and USA saat menjadi narasumber Talk Show di Pondok Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja OKU Timur, Sabtu (22/02)

Martapura, Detik Sumsel – Selain belajar mengaji, para santri juga diharapkan mampu untuk mengikuti perkembangan zaman, khususnya di era Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut disampaikan oleh M Abdullah Syukri SIP MA, Delegation for 1000 Abrahamic Circles Project to Serbia and USA saat menjadi narasumber Talk Show di Pondok Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja OKU Timur, Sabtu (22/02).

“Dalam era revolusi industri 4.0, para santri sangat diharapkan mampu untuk memanfaatkan berbagai teknologi dan menguatkan kapabilitas intelektual. Tugas pokok santri itu memang mengaji, namun para santri juga harus mengikuti perkembangan zaman,” kata gus Abe, sapaan akrabnya.

Pengasuh Ma’had Asy-Syakiroh 2 YLPI Buntet Pesantren Cirebon ini juga menyampaikan, bahwa dalam era 4.0 berbagai peluang harus didapatkan oleh para santri.

“Santri itu harus PD (Percaya Diri), kita harus yakin terhadap peluang ini, nanti goalnya menjadikan dokter ya santri, arsitek ya santri, wirausaha santri, politisi santri, dan berbagai profesi lainnya itu harus ada santri,” ujarnya.

Baca Juga :   Tuntaskan Pembentukan Ranting Hingga Anak Ranting NU

Alumni MA Development and Governance, Institute of Political Science University of Duisburg-Essen, Germany ini juga berharap kepada para santri untuk terus mencintai Indonesia, terus menjaga serta mampu untuk membanggakan Indonesia.

“Suatu kebanggaan kepada Negara Republik Indonesia juga kewajiban para santri. Indonsia kita ini memiliki ribuan pulau, berbagai suku bangsa namun tetap dalam satu bingkai yaitu NKRI,” harapnya.

“Selain memiliki Nasionaliame yang kuat, kita juga harus terus mempertahankan kekhasan dan budaya lokal masing-masing,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD OKU Timur, Rio Susanto juga mengungkapkan rasa bahagiahnya atas kehadiran Gus Abe di Kabupaten OKU Timur.

Baca Juga :   Terbuka dalam Mengkritik Kebijakan

“Kita patut bahagiah dan bangga, Gus Abe ini bisa menjadi contoh santri bahwa belajar di pesantren tidak menghalangi untuk dapat berkarya. Bahkan bisa keluar negeri. Karena santri memiliki nilai plus, selain mengasai ilmu agama juga ilmu umum,” ungkapnya.

Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja OKU Timur, Drs. H. Tasdik berharap kehadiran Gus Abe mendorong kemajuan para santri.

“Yang pastinya rasa syukur dan terima kasih kami ungkapkan kepada bapak Abdullah Syukri, semoga apa yang kita sampaikan pada hari ini dapat tersampaikan juga kepada bapak Presiden Republik Indonesia,” harapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, ratusan santri dan disambut langaung oleh pengasuh ponpes Nurul Huda yang juga ketua PWNU Sumsel KH Affandi. (Wira)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here