Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Ekonomi Sales Naik Brand Apik dengan 5 Gebrakan Penjualan ala MarkPlus

Sales Naik Brand Apik dengan 5 Gebrakan Penjualan ala MarkPlus

Tanggal : Pukul :
233
0
Ekslusif Fasilitator Markplus Institut, Anang Supardi. (Maya/Detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Untuk mengupgrade pengetahuan baru dunia marketing. Indonesia Marketeers Festival (IMF), kembali mengelar roadshow marketing terbesar di 17 kota di Indonesia.

Mengangkat tema “Sales Promotion Breakthrough: 5 Gebrakan Penjualan 2019, Sales Naik Brand Apik”. IMF mengupas tuntas peran sales dan promotion, dalam meningkatkan penjualan.

Menghadirkan sejumlah pakar, festival marketing yang digelar, Selasa (30/7) di Aryaduta Hotel Palembang, mendapatkan respon positif peserta dari kalangan pelaku usaha.

Ekslusif Fasilitator Markplus Institut, Anang Supardi mengungkapkan, Palembang merupakan kota ke 12 setelah Balikpapan, Batam, Pontianak, Pekanbaru, Lampung, Solo, Banjarmasin, Manado Semarang, kendari dan Medan.

“Pada IMF 2019 ini, kita mengupas tuntas gebrakan penjualan ala MarkPlus. Dengan memaksimalkan peran sales, dalam meningkatkan penjualan dan sekaligus mengangkat brand,” terangnya.

Namun dia mengingatkan, dalam melakukan promosi jangan hanya fokus pada diskon. Karena masih banyak strategi atau gebrakan yang bisa dilakukan.

“Ada lima gebrakan yang bisa dilakukan, untuk membuat penjualan (sale) meningkat. Pertama yaitu benefit, bonus dan bundling. Kedua flexi flash dan free. Ketiga co brand, collab dan cross – sell. Keempat experience, engage dan endorse. Terakhir, limited loyal dan lucky,” bebernya.

Anang melanjutkan, seiring kemajuan dan perkembangan zaman, pelaku usaha harus melakukan gebrakan baru dalam dunia marketing. Jika tidak ingin tertinggal dan kalah bersaing.

Dia mencontohkan, dahulu persaingan di sektor perbankan hanya terjadi antara bank konvensional dengan modern. Tapi sekarang, tidak lagi.

“Sudah ada OVO, Go Pay dan Dana, yang menjadi juga menjadi pesaing. Jadi harus mengikuti perkembangan zaman, kalau tidak ingin usaha kita mati. Sebab konsumen mengutamakan pelayanan, bukan hanya produk,” jelasnya lagi.

Sebab menurut dia, FUCA dunia marketing sangat dinamis. Akibat pengaruh dari perubahan ekonomi, budaya, regulasi dan lainnya.

Karena itu dibutuhkan DAMO (Discovery new opportunity, Adventure, Momentum dan Outlook 4C atau pahami pasar) untuk menghadapi FUKA.

“Tapi yang paling penting adalah, bagaimana kita memanfaatkan momentum, sehingga sales bisa naik,” ucapnya.

Selain menggelar seminar, pihaknya juga memberikan award kepada pelaku usaha diajang festival marketing IMF. “Kami memilih marketing of the year ditingkat lokal maupun nasional,” tukasnya. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here