Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Maulid Nabi Muhammad SAW
Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Salah Satu Petani Saat Memanen Hasil Karet Miliknya.

Rupiah Anjlok, Karet dan Kopi Ikut Jatuh

Pagaralam, Detik Sumsel – Anjloknya nilai rupiah anjlok terhadap dollar Amerika, sepertinya banyak berdampak negatif ke beberapa komuditi pertanian, pasalnya harga berbagai komuditi yang selama ini beracuan pada kurs dollar‎ malah turun. Hal ini membuat petani di Kota Pagaralam semakin resah.

Ismanto (55) petani karet mengatakan, saat ini harga karet masih di bawah Rp7.000 perkilogram di Pagaralam. Kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih hampir dua tahun ini. Jadi kondisi perekonomian petani yang hanya menggantungkan harapan atas hasil karet tidak tumbuh.

“Kami sangat heran, dahulu alasan banyak pihak harga karet turun lantaran dollar ikut turun. Tetapi, saat ini dollar melambung mencapai Rp15.000 tetapi harga karet masih begini. Jelas ini sangat aneh,” katanya, saat dihubungi, Senin (10/09).

Sambungnya, dengan naiknya kurs dollar tersebut, sudah tentu harga berbagai kebutuhan pokok melambung tinggi, sementara harga karet tidak kunjung membaik seperti lima enam tahun lalu. Jika harga karet diatas Rp10.000 barulah petani bisa sejahtera.

“Hasil sadapan yang dijual dua minggu sekali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ditambah saat ini harga karet tidak kunjung membaik,”terangnya.

Semantara itu Supri (43), petani kopi di Pagaralam, mengatakan hal senada, jika saat ini pihaknya yakin bahwa turun naiknya harga kopi tidak tergantung nilai tukar dollar terhadap rupiah.

Meskipun tidak tahu penyebab turun naik harga kopi, di momen anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar harga kopi malah terus turun sebelum musim sempat Rp23.000 perkilogram, saat ini hanya Rp19.000-Rp18.000 perkilogram untuk kopi kering.

“Harga kopi terus turun. Kami berharap banyak pemerintah dapat mengatasi masalah ini. Apalagi, hampir 60% masyarakat di Pagaralam bergantung akan hasil kopi,”harapnya.

Pasalnya, sambung Supri, petani kopi akan sejahtera, jika harga tetap stabil diatas Rp20.000 perkilogram. Apalagi, dengan kondisi saat ini pihaknya khawatir harga kopi akan terus anjlok.

“Kami sangat khawatir jika harga kopi akan terus turun. Seharusnya jika dollar naik harga komuditi ikut naik, bukan malah turun seperti sekarang ini,”pungkasnya. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Baca Juga :   Bakal Implementasi Agrosistem Cerdas 4.0, Pemkab Muba Gandeng Tim KEP IPB
Lakukan Penukaran Uang

About Rendi Pagaralam

Avatar

Check Also

Tambah Daya Listrik Pelanggan MEP di Tiga Wilayah

Sekayu, Detik Sumsel – PT Muba Elektrik Power terus berupaya maksimal membenahi persoalan listrik di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda