Pemprov

RPJMD Banyuasin Difokuskan Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

Pangkalan Balai, Detik Sumsel – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuasin tahun 2018-2023 dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2022 difokuskan untuk Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi pasca pandemi Covid-19 melalui inovasi dan selebritas pembangunan.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Bappeda Litbang menggelar forum konsultasi publik penyusunan dokumen perubahan RPJMD Kabupaten Banyuasin tahun 2018-2023 dan RKPD tahun 2022.

Forum Konsultasi yang melibatkan semua unsur tersebut di selenggarakan di Auditorium Pemkab Banyuasin dan dibuka oleh Bupati Banyuasin H Askolani SH MH yang diwakili Sekretaris Daerah DR HM Senen Har SIP Msi, Kamis (18/2).

” RPJMD tahun 2018-2023 difokuskan untuk percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 melalui inovasi dan selebritas pembangunan, ” kata Sekda Senen Har.

Fokus Pemkab Banyuasin terangnya untuk menurunkan angka kemiskinan dengan sejumlah kegiatan yang telah disusun program yang menjadi skala prioritas Pemkab Banyuasin, yakni 7 program prioritas dan 9 gerakan yang sudah di launching oleh Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin.

” Dari 7 program dan 9 gerakan ini, alhamdulillah telah menunjukan hasil. Terbukti angka kemiskinan di Banyuasin menurun 0,16 persen. Angka kemiskinan tersebut didasarkan pada perhitungan BPS Banyuasin periode 2019-2020, “terangnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Banyuasin, Ir Kosarudin MM mengatakan, digelarnya forum konsultasi publik penyusunan dokumen perubahan RPJMD Kabupaten Banyuasin tahun 2018-2023 dam RKPD tahun 2022, sebagai wadah menjaring masukan yang belum terakomodir.

Baca Juga :   OKI Masuk Nominasi Penghargaan PU PR

“Yang mana nantinya, masukan tersebut untuk ditetapkan menjadi penyempurnaan rancangan awal rencana perubahan RPJMD 2018-2023 dan RKPD tahun 2022,” ungkap Kosar.

Lebih lanjut Kosar menjelaskan, pada tahun 2022, pembangunan daerah difokuskan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, melalui inovasi daerah terhadap program prioritas nasional, provinsi dan Kabupaten Banyuasin.

“Program kegiatan dan sub kegiatan difokuskan untuk mewujudkan target indikator kinerja kepada daerah dan perangkat daerah. Yang nantinya akan ditindaklanjuti dalam forum perangkat daerah. Guna menyinkronkan usulan Musrenbang tingkat kecamatan. Dan rancangan awal RKPD. Dan memverifikasi kesesuaian program kegiatan dan sub kegiatan dengan prioritas nasional, provinsi dan Kabupaten Banyuasin,” terangnya.

Hadir sebagai pembicara dalam forum konsultasi publik, yakni Kasubbid Evaluasi Bappeda Provinsi Sumsel, Eli Suryani, Wakapolres Banyuasin, Inspektorat Kabupaten Banyuasin.

ANGKA KEMISKINAN TURUN

Kepala Badan Pusat Statistik Banyuasin, Edi Subeno mengatakan Jumlah penduduk miskin di Kabupaten tahun 2020 mencapai 96.270 orang atau sebesar 11,17 persen dari total penduduk. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 sebesar 96.550 orang atau 11,33 persen.

“Maka dalam kurun waktu 2019-2020 terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,16 persen yang setara dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 280 orang,”ujarnya.

Baca Juga :   Positif Covid-19 di OKI Bertambah Dua Orang

Menurut Edi, pengukuran angka kemiskinan di BPS berbeda dengan Dinas sosial. Dinas Sosial pengukurannya bersifat relatif, sedangkan BPS menggunakan angka kemiskinan Absolut, dimana BPS punya kriteria tertentu tentang garis kemiskinan.

“Misalnya garis kemiskinan dirupiahkan Rp 400 ribu per kepala, maka yang dibawah Rp 400 ribu masuk dalam garis kemiskinan. jika kepala keluarga punya punya 4 anggota keluarga penghasilanya Rp 1,4 Juta maka itu pas garis kemiskinan. Kalau Rp 1,6 berarti di atas,”paparnya.

Dikatakan Edi, meskipun pada tahun 2020 Kabupaten Banyuasin juga terdampak pandemi Covid-19, namun hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap terhadap masyarakat miskin Banyuasin.

Penurunan angka kemiskinan ini terjadi karena masyarakat Banyuasin tidak mau memganggur dan pengen memenuhi keutuhan hidup. Hal ini terlihat Produksi Padi meningkat yang artinya pertanian dan perkebunan masih eksis dan banyak masyarakat ingin meningkatkan pendapatan.

“Dampak itu tidak signifikan, kalau kita jalan-jalan ke Petani – petani mereka tidak berdampak dengan Covid-19, petani masih melaksanakan aktivitas walaupun Covid-19. Sementara yang terdampak signifikan itu seperti perhotelan dan kegiatan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana,”tandasnya.(Faz)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Faz Detik Sumsel

Avatar

Check Also

Diwarnai Suara Tembakan, Pengedar Sabu Simpan BB Dalam CD

Sekayu, Detik Sumsel – Penangkapan salah satu pengedar Narkotika jenis sabu di Musi Banyuasin, diwarnai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *