Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Ekonomi Rokok Krektek Sumbang Inflasi, Daging Ayam Sumbang Deflasi

Rokok Krektek Sumbang Inflasi, Daging Ayam Sumbang Deflasi

Tanggal : Pukul :
458
0
Sumber : Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel – Inflasi di Sumatera Selatan, hingga September 2018 masih terkendali. Hal ini disampaikan Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Selatan, kepada DetikSumsel melalui sambungan seluler, Kamis (4/10).

“Inflasi di September untuk nasional: -0,18%(mtm); 1,94%(ytd); 2,88%(yoy), Sumsel: -0,39%(mtm); 1,49%(ytd); 2,60%(yoy), Palembang: -0,40%(mtm); 1,46%(ytd); 2,52%(yoy) dan Lubuklinggau : -0,29%(mtm); 1,78%(ytd); 3,30%(yoy),”ujar Edwin staff Humas Kantor Perwakilan BI Sumatera Selatan.

“Inflasi bahan makanan di Palembang sebesar -2,68%(mtm); 0,88%(ytd); 3,66%(yoy), Lubuklinggau sebesar -1,67%(mtm); 2,57%(ytd); 6,45%(yoy),”lanjutnya.

Diterangkannya, beberapa komoditas utama penyumbang deflasi di Kota Palembang adalah daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, tomat sayur, jeruk, pepaya, dencis, daun katuk, tomat buah,  telur ayam ras, patin, bayam, cumi-cumi, ketimun, dan lele.

Sementara dikatakannya, komoditas penyumbang inflasi di Kota Palembang adalah sewa rumah, beras, tahu mentah, kentang, obat dengan resep, rokok kretek, upah pembantu RT, kopi bubuk, celana panjang jeans, pisang, apel, kontrak rumah, ikan kembung, rokok kretek filter, dan angkutan udara.

“Risiko inflasi sampai dengan akhir tahun 2018 antara lain peningkatan harga bensin akibat harga minyak dunia yang diperkirakan terus meningkat, peningkatan harga aneka rokok, serta peningkatan harga bahan pangan dan angkutan udara di akhir tahun,”singkatnya.
(Pen)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here