Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Rendi Sang Spesialis Curanmor Keok Dihajar Peluru

Rendi Sang Spesialis Curanmor Keok Dihajar Peluru

Tanggal : Pukul :
126
0
Satreskrim Polres Lahat saat press releas kasus curamor. Foto Heru/DS

Lahat, Detik Sumsel — Rendi Epriansyah (35) warga Desa Pagar Sari, Kota Lahat, masih merintih kesakitan akibat timah panas bersarang di kedua kakinya, saat digiring ke Mapolres Lahat. Rendi terpaksa diberi hadiah oleh anggota Satreskrim Polres Lahat, gara-gara berusaha lari saat digerebek petugas.

Tertangkapnya spesialis curanmor yang kerap beraksi di Kota Lahat ini, Selasa (22/10) sekitar pukul 00.05 WIB lalu. Saat petugas menggerebek tempat persembunyian Supartono alias Tono (43), rekannya Rendi, di Jl Kirab Remaja, Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kota Lahat.

Saat digerebek Tono berusaha melawan sambil mengacungkan senjata api rakitan. Sedangkan Rendi berusaha melarikan diri. Petugas pun terpaksa mengeluarkan tembakan. Tono rupanya tewas di lokasi kejadian, sementara tersangka Rendi mengalami luka tembak pada kedua kakinya.

Tindakan tegas dilakukan aparat Satreskrim Polres Lahat. Tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor (ranmor) tewas lantaran berusaha malawan dan adu tembak dengan aparat.

“Terpaksa kita lumpuhkan karena berusaha melawan menggunakan senjata api,” kata Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK melalui Wakapolres Lahat, Kompol Budi Santoso, Selasa (22/10).

Dari hasil pengembangan, kedua tersangka ini telah 7 kali melakukan aksi pencurian ranmor roda dua dan roda empat. Terakhir kasus pencurian motor tanggal 14 Oktober lalu. Terhadap korban Alek, di Talang Jawa selatan dengan kerugian 1 unit ranmor roda 2 Yamaha Zupiter MX Nop BG 4009 EG yang di parkir disamping rumah milik korban. Lalu kasus pencurian mobil Pik up di kawasan Merapi beberapa minggu lalu.

“Modus menggunakan kunci liter T. Sebelum dijual soket stop kontak kendaraannya digantinya dulu,” ujar Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma SIK.

Untuk barang bukti yang diamankan satu pucuk senpira dengan 3 amunisi aktif dan 2 selongsong peluru, satu unit kunci T, satu unit ranmor roda 4 jenis pik up dan empat unit ranmor roda 2.

“Saya tidak ikut mencuri. Saat itu saya lagi ribut dengan bini. Jadi numpang tinggal di rumah Tono,” elak Rendi. (heru).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here