Beranda Pendidikan Rektor Ditentukan Presiden, Ketua Pilrek Unsri : “Masih Tunggu Permen”

Rektor Ditentukan Presiden, Ketua Pilrek Unsri : “Masih Tunggu Permen”

Tanggal : Pukul :
637
0
Rektor Unsri, Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE

Palembang, Detik Sumsel – Munculnya wacana penentuan pemimpin di perguruan tinggi negeri atau rektor kini diharuskan dipilih presiden mulai ditanggapi beragam oleh berbagai pihak. Pasalnya, pada pemilihan-pemilihan rektor sebelumnya kebijakan penentuan rektor merupakan kebijakan Menristek-Dikti yang mempunyai porsi 35 persen untuk menentukan rektor terpilih.

Diketahui, saat ini Universitas Sriwijaya (Unsri) sedang melaksanakan tahapan penjaringan pemilihan rektor periode 2019-2023. Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsri, Prof Alfitri MSi mengatakan pihaknya masih menunggu Peraturan yang dikeluarkan.

“Kita sudah dapat informasinya, tapi masih menunggu Permen resminya saja,” ungkapnya, Sabtu (1/6).

Meski, sampai saat ini, belum ada yang mendaftar secara resmi sebagai bakal calon (balon) Rektor Unsri masa kerja 2019 – 2023, namun panitia tim penjaringan telah menerima vote aspirasi dari dosen, karyawan dan mahasiswa dari ratusan nama pendatang baru.

Benar saja, pasalnya Panitia sendiri telah menjaring 114 nama yang layak untuk diberikan aspirasi beberapa pekan lalu. Dan kini, hasil vote pun menghasilkan nama-nama baru.

Baca Juga :   Raup 93 Suara, Anis Kembali Pimpin Unsri

Dalam proses vote melalui login lima teratas diisi oleh Prof Dr Ishak Iskandar MSc dengan jumlah vote sebanyak 1104 terdiri dari dosen, mahasiswa dan staf.

Disusul nama petahana Prof Dr Ir H Anis Saggaf MSCE dengan total 747 vote, kemudian disusul nama Azhar SH MSc LLM LLD.

Kemudian dua nama lagi yakni Dr A Muslim M Agr dengan total perolehan vote 345 dan Prof Dr Ir Andy Mulyana MSc dengan 263 vote.

“Ya, untuk aspirasi sementara berdasarkan vote, posisi pertama diisi oleh Dekan MIPA lalu petahana,” beber Alfitri.

Lanjut Alfitri, pun termasuk dirinya yang mendapat 214 vote dari login yang ada di halaman resmi Universitas Sriwijaya. Namun, sejak awal pihaknya memang tak mencalonkan diri dan panitia dilarang maju sebagai kandidat calon rektor.

“Meski belum ada yang daftar secara resmi, namun berdasarkan jadwal paling lambat tanggal 29 Mei bagi bakal-bakal calon untuk resmi menjadi bakal calon dengan mengirimkan berkas pendaftaran ke Sekretariat Panitia Pemiihan Rektor Unsri di Gedung KPA Unsri Bukit Palembang,” jelas Alfitri.

Baca Juga :   Awal Mei Penjaringan Calon Rektor Unsri Dimulai

Sementara berkas yang wajib dilengkapi sendiri adalah surat pernyataan kesediaan sebagai Calon Rektor, surat jabatan fungsional terakhir, daftar riwayat hidup, melepas jabatan struktural jika terpilih, surat keterangan sehat dari RS Muhammad Hoesin sebulan terakhir, surat bebas Narkoba dari BNN Sumatera Selatan dan surat pernyataan bebas plagiat, surat tidak mengundurkan diri sebagai pemilihan rektor.

Untuk diketahui bahwa, meskipun saat ini bermunculan nama-nama baru dan di vote oleh aspirasi dosen, mahasiswa dan staf akan tetapi pemilihan ditentukan oleh anggota senat dan dari kementerian yang mempunyai hak suara setelah nanti ditetapkan nama-nama yang resmi menjadi bakal calon dan calon Rektor Unsri masa kerja 2019-2023.

Anggota Senat sendiri berjumlah 78 orang ditambah dengan suara Menteri berjumlah 35 persen dari anggota Senat yang hadir dan jika hadir semua ada 42 suara. Total 120 suara jika memilih semua.(tet)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here