Pemerintah Sumatera Selatan

    Rayakan Natal, Risiko Serangan Jantung Meningkat

    Tanggal : Pukul :
    326
    0
    Foto: Net

    Detik Sumsel- Pada malam Natal, risiko seseorang kena serangan jantung meningkat. Tak hanya itu saja, tepat di hari Natal dan libur Tahun Baru, orang juga berisiko kena serangan jantung.

    Temuan itu berdasarkan studi terbaru yang diterbitkan British Medical Journal (BMJ) pada 2018. Studi menunjukkan hasil berbeda dengan hari libur lain. Selama perayaan Paskah atau pertandingan olahraga berlangsung, seperti Piala Dunia, risiko serangan jantung terbilang rendah.

    Dokter Moman A Mohammad dari Department of Cardiology, Clinical Sciences, Lund University, Skane University Hospital, Lund, Swedia memaparkan, secara umum, serangan jantung meningkat dua kali lipat terjadi pada minggu terakhir bulan Desember.

    “Jadi hari Senin (minggu terakhir bulan Desember), serangan jantung terjadi pada pukul 8 pagi. Ini bukan pertanda baik jelang Natal keesokan harinya. Risiko serangan jantung tertinggi yang diamati sebenarnya terjadi pada malam Natal,” jelas Moman, dilansir dari Forbes.

    Baca Juga :   KKP SMB II Terapkan HAC untuk Antisipasi Virus Corona

    Risiko serangan jantung melonjak sebesar 37 persen pada malam Natal. Waktu risiko kena serangan jantung tertinggi adalah pukul 10 malam, bukan waktu di pagi hari.

    Serangan jantung yang terjadi pada malam Natal dikarenakan plak kolesterol yang terjadi di dinding arteri. Dinding arteri ini menyediakan darah dan oksigen ke jantung.

    Ketika plak ini membesar atau pecah dan membentuk gumpalan, plak dapat menghalangi aliran darah. Kemudian menyebabkan serangan jantung. Kondisi ini dikenal sebagai infark miokard (myocardial infarction).

    Ada beberapa faktor yang berisiko meningkatkan infark miokard, yaitu kemarahan, kecemasan, kesedihan, dan stres. Risiko yang lebih tinggi diamati dalam penelitian. Hubungan risiko yang lebih tinggi pada Natal lebih banyak dialami pada lansia yang lebih tua (lebih dari 75 tahun).

    Baca Juga :   Ini Dampak dari Sarapan Sereal Bagi Anak-Anak

    Kebanyakan dari lansia menderita diabetes. Mereka juga punya riwayat penyakit arteri koroner. Ada kemungkinan penyebab serangan jantung dipengaruhi anggota keluarga yang baru berkunjung setelah lama terpisah.

    Jika hal itu terjadi, peneliti berharap ada penurunan jumlah infark miokard di minggu-minggu akhir setelah Natal dibandingkan dengan minggu-minggu menjelang liburan.

    “Faktor lain, pasien mungkin menunda melaporkan gejala dan mencari perawatan jantung karena enggan mengganggu perayaan Natal. Kami berharap tingkat infark miokard bisa lebih rendah sebelum Natal,” jelas Moman.

    Selain itu, risiko infark miokard lebih tinggi terjadi pada Hari Tahun Baru. Ini mungkin karena efek konsumsi berlebihan alkohol dan konsumsi makanan, paparan suhu dingin di malam hari atau kurang tidur pada Malam Tahun Baru.(net)

    Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here