Pemprov
Adi Al Qodry dengan memanfaatkan sisa lahan di rumahnya, dirinya mulai merintis usaha sayuran hidroponik.

Raih Omzet Hingga Puluhan Juta Ditengah Pandemi

Palembang, Detik Sumsel- Sudah tiga tahun terakhir atau tepatnya tahun 2017 lalu, Adi Al Qodry memulai bercocok tanam. Dengan memanfaatkan sisa lahan di rumahnya, dirinya mulai merintis usaha sayuran hidroponik.

Menurut Adi, menjadi petani hidroponik diawalinya karena hobi, dirinya ingin mengisi waktu luang dengan menanam berbagai macam sayuran.

“Dimulai dari hobi, untuk memenuhi kebutuhan sayur harian keluarga, sekarang berlanjut hingga menembus pasar ritel. Omset perbulan sekarang bisa mencapai puluhan juta,” ungkap Adi Al Qodri.

Adi menuturkan, seiring berjalannya waktu dirinya mulai menjual sayur-sayuran ke masyarakat luas. Dirinya memperbesar lahan penanaman menjadi 15 x 8 meter dengan kapasitas 3.000 lobang tanam, dan di luar rumah sebanyak 1.000 lobang tanam.

Baca Juga :   Warga Pulokerto Antusias Ikuti Gotong Royong

“Tanaman yang saya tanam ada selada, sawi caisim, pakcoy, kailan, kangkung, bayam merah, bayam hijau dan beberapa item lainnya. Kebanyakan kita menanam sesuai yang diminta oleh pelanggan,” jelas dia.

Adi menuturkan, saat panennya semakin besar, hasil sayuran hidroponik segar dirinya mulai diminati ritel, mall, restoran serta hotel di kota Palembang. Dirinya pun menjajaki kerja sama. Dalam satu hari, dirinya dapat memanen sekitar 20 hingga 50 kilogram sayur.

“Kita terbuka tidak hanya pasar besar yang membeli. Kebanyakan masyarakat juga meminati sayuran kita dengan datang ke kebun ataupun online,” jelas dia.

Dalam berbisnis sayuran, semakin lama Adi menjadi suplier besar di Kota Palembang. Dirinya pun langsung menggandeng 15 petani hidroponik lain untuk bekerjasama menyuplai berbagai jenis sayuran. Kelompok petani hidroponik di bawah Green House kini banyak mendapat pesanan untuk kebutuhan pasar Palembang.

Baca Juga :   Manunggal Subuh Beri Bantuan untuk Masjid

“Kalau mengandalkan hasil dari green house kita sendiri tentu tidak cukup. Jadi butuh banyak mitra yang siap menyuplai sayuran untuk kita. Sejauh ini omsetnya bisa sampai puluhan juta,” jelas dia.

Adi tidak menampik ada penurunan permintaan sayur selama pandemik COVID-19 akibat hotel dan restoran yang tutup. Namun, selama pandemik juga pembelian masyarakat ikut meningkat drastis sehingga menutupi penurunan permintaan restoran dan hotel.

“Pesanan via online justru meningkat. Karena orang lebih memilih belanja online ketimbang harus ke pasar atau mall,” tutup dia. (raam)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Raam

Raam

Check Also

Pengurus Majelis Pembimbing dan Gugus Depan Basis UIN Rafa Resmi Dilantik

Palembang, Detik Sumsel- Bertempat di lantai 4 Gedung Perpustakaan Kampus B Jakabaring. Rektor UIN Raden …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *