Detik
Puluhan warga ketika berusaha memasuki Mapolres Lahat. Foto Heru/DS

Puluhan Warga Desa Padang Baru Geruduk Polres Lahat, Ada Apa Ya?

Lahat,  Detik Sumsel — Puluhan warga Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, Kamis (23/5), sekitar pukul 15.00 WIB, lakukan aksi persis di depan gerbang Mapolres Lahat. Aksi puluhan warga ini, rupanya buntut dari ditangkapnya lima perwakilan warga saat aksi berlangsung di desa setempat. Warga meminta, agar Kapolres Lahat melepaskan warga yang ditangkap itu.

“Sebelumnya sudah kita sampaikan, warga dilarang asal menebang pohon di areal ini, karena itu melanggar hukum. Kita terpaksa ambil tindakan,” ujar Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, Kamis (23/5).

Baca Juga :   PT SPF Janjikan Dana CSR bagi Warga Terdampak Limbah

Sayangnya aksi warga ini rupanya sia-sia, polisi tetap melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga yang diduga sebagai provokator. Sehingga warga lain ikut melakukan aksi penebangan pohon, di Lahat pusat Pelatihan Gajah BKSDA Wilayah II.

“Warga sudah merusak lahan hingga 2 hektar. Kita amankan untuk memberikan efek jera, dan akan kita proses sesuai dengan hukum berlaku,” tegas Ferry.

Ditangkapnya lima warga ini bermula, ketika warga kembali lakukan aksi penebasan pohon semak belukar, di sekitar lahan milik BKSDA. Meskipun sudah sering dilakukan mediasi, warga masih mengklaim lahan sekitar 170 ha di kawasan Pelatihan Gajah tersebut, bukanlah milik BKSDA. Melainkan milik nenek moyang warga Desa Padang, yang dikelola dan ditinggali oleh masyarakat, tapi direbut pihak BKSDA.

Baca Juga :   Mayat Ngapung di Sungai Musi, Ditemukan KTP Atas Nama Asdi Susastra

“Lahan itu milik nenek moyang kami. Sebelumnya juga kami tidak merasa pernah ada ganti rugi atas lahan ini. Kami berharap ada pengukuran ulang biar masalah ini jelas,” ujar Badawi, salah satu perwakilan warga. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Pasal Upah, Pasutri Asal Empat Lawang Dibantai

Lahat, Detik Sumsel — Nasib naas dialami Zakani (55) dan Nur Aini (50) warga Pasar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *