Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Siap Menyukseskan Asian Games Tahun 2018

Pukul Wartawan, Oknum LSM Terancam 32 Bulan Penjara

0
123
Feri terdakwa kasus pemukulan wartawan Kompas TV saat jalani persidangan di PN Klas 1A khusus Palembang. F:Poetra/Detik Sumsel
Feri terdakwa kasus pemukulan wartawan Kompas TV saat jalani persidangan di PN Klas 1A khusus Palembang. F:Poetra/Detik Sumsel

Palembang, Detik Sumsel,- Terdakwa kasus penganiyayaan Feri yandi bin ruslan yang juga Oknum Anggota LSM atas reporter Kompas TV Jian Pieree Papin Bin Mustafa Silalahi, terancam pidana 32 bulan penjara. Pada persidangan di PN Klas 1A khusus Palembang, Rabu (12/9).

itu lantaran JPU Ogana Tarigan SH menjerat terdakwa dengan pasal 351 Ayat 1 tentang penganiyayaan yang mengakibatkan luka dan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan (32 bulan)  atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500_

Di hadapan ketua majelis hakim Saiman SH MH terdakwa mengakui semua perbuatanya yang diterangkan oleh saksi-saksi yang di hadirkan di persidangan terkait pemukulan itu.”Keterangan saksi semuanya benar, saya memang memukul sebagaimana diterangkan saksi,” Jelas terdakwa.

Usai mendengarkan keterangan para saksi yang notabene nya awak media, Persidangan dilanjutkan pekan depan dengan agenda saksi meringankan dari terdakwa.”Sidang ditutup dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda keterangan saksi,” Tutup Saiman SH MH.

Diketahui, perbuatan terdakwa pada hari Kamis tanggal 25 Januari 2018 sekira jam 16.30 Wib, di Jl Jendral Sudirman depan kamar jenazah Rs Bayangkara Kel Ario Kemuning Kec. Kemuning  Kota Palembang, Telah melakukan penganiyaan terhadap korban bernama Jian Pieree Papin Bin Mustafa Silalahi,

Bermula saksi korban Jian Pieree Papin Bin Mustafa Silalahi bersama dengan rekan-rekan saksi korban datang ke Rs Bhayangkara untuk melakukan peliputan berita dan ketika mobil jenazah datang saksi korban yang pada saat itu berjalan sambil meliput tiba-tiba bahu kiri saksi korban bersenggolan dengan bahu kiri terdakwa Feri Yandi Bin Ruslan.

Dan ketika saksi korban saling bersenggolan dengan terdakwa tersebut pada saat itu saksi korban langsung  meminta maaf  kepada terdakwa. Namun tiba-tiba terdakwa langsung hendak memukul wajah saksi korban dan pada saat itu saksi korban berhasil mengelak lalu di lerai oleh Saksi Firman Hidayat lalu melihat terdakwa masih dalam keadaan emosi saksi korban pada saat itu menjauhi terdakwa.

Setelah menjauhi terdakwa sekira kurang 5 (lima) menit saksi korban pada saat itu berjalan ke depan kamar mayat dengan maksud untuk mengambil gambar/liputan namun ketika saksi korban berjalan tepatnya depan kamar mayat pada saat itu saksi korban melihat terdakwa dan terdakwa melihat saksi korban dan pada saat itu saksi korban dan terdakwa saling mendekat dan ketika pada saat terdakwa berada tepat dihadapan saksi korban pada saat itu saksi korban langsung merangkul bahu terdakwa dengan menggunakan tangan kanan saksi korban dengan maksud untuk meminta maaf terhadap terdakwa akan tetapi terdakwa secara tiba-tiba langsung memukul wajah saksi korban dengan menggunakan tangan kanan terdakwa sebanyak 1 (satu) kali yang mana pukulan terdakwa pada saat itu tepat mengenai bibir bagian bawah dan setelah terdakwa memukul.

Pada saat itu saksi korban langsung mundur dan di lerai oleh rekan-rekan wartawan yang salah satunya Saksi Apriyansyah yang mendorong saksi korban dan terdakwa agar tidak terjadi penganiayaan lagi, Melihat saksi korban terluka, saksi korban langsung meminta saksi Apriyansyah dan Fauzi menemani saksi korban ke ruang UGD untuk mengobati luka saksi korban, Akibat penganiayaan terhadap saksi korban maka saksi korban menjalankan Visum dengan hasil Tampak Luka lecet dua buah dibibir ukuran 2 centimeter kali satu centimeter dan tiga centimeter kali satu centimeter.(vot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here