Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Hari Guru
Aulia nasril Honorer dispenda terdakwa kasus pemukulan wanita Hamil saat jalani sidang di PN Palembang. F : Poetra/ Detik Sumsel
Aulia nasril Honorer dispenda terdakwa kasus pemukulan wanita Hamil saat jalani sidang di PN Palembang. F : Poetra/ Detik Sumsel

Pukul Ibu Hamil, Honorer Dispenda Terancam 32 Bulan Penjara

Palembang, Detik Sumsel- Terdakwa kasus penganiyayaan terhadap wanita Hamil, Aulia Nasril yang merupakan oknum honorer Dispenda Kota Palembang terancam pidana selama 32 bulan penjara pada sidang di PN klas 1 A khusus Palembang, Kamis (13/9).

Itu lantaran oleh JPU Arief SH terdakwa dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiyayaan dengan ancaman maksimal 2 tahun 8 bulan atau 32 bulan penjara.

Dalam persidangan yang diketuai majelis hakim Efrata Happy Tarigan SH MH, didengarkan juga beberapa keterangan saksi, yakni saksi korban Yeni apriyanti yang dalam kondisi mengandung dan saksi sherly.

Di terangkan saksi, Berawal dari masalah parkir di depan pintu kedatangan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, terdakwa Aulia Nasril yang merupakan oknum honorer Dispenda Kota Palembang diduga keponakan  walikota Palembang yakni Najib dan saksi Yeni Apriyanti dan sakksi Sherly terlibat ribut mulut dan saling kejar dengan mobil masing-masing. Bahkan, saat kembali bertemu di jalan terminal bandara kembali bertemu dan sempat adu mulut lagi.

Baca Juga :   Kuota SNMPTN Turun, Bikin Peserta Tak Pede

Puncaknya, ketika mobil Toyota Altis Nopol BG 1311 QG milik terdakwa dan mobil Honda Mobilio Nopol  BG 1727 UD yang dikendarai saksi Yeni Apriyanti dengan penumpangnya Sherly dan saksi Karina kembali bertemu di parkiran dekat masjid Bandara SMB II.

“ Saya tidak senang saja pak, sebab saat hendak ke luar dari menjemput saudara saya, Karina tiba-tiba mobil terdakwa mundur secara mendadak dan hampir mengenai mobil saya. Terus saya bunyikan klakson, akhirnya oleh satpam mobil terdakwa disuruh pindah. Tapi tidak lama, mobil saya dikejar oleh mobil terdakwa, terus saksi Sherly melempar kulit jeruk ke arah mobilnya. Ketika berhenti, kami kembali ribut mulut. Saat itulah, terdakwa meludahi wajah saya sebanyak satu kali,” kata yeni Apriyanti saat bersaksi dimuka sidang.

Karena sudah diludahi tadi, lanjut saksi dirinya kembali mengejar mobil terdakwa yang sudah berlalu. Hingga akhirnya kembali ketemu di parkiran masjid dekat bandara. Tapi ketika bertemu kembali, lantas terdakwa menendang bemper mobil saksi.“ Melihat itu, saya turun, Tapi setelah turun, saya malah dipukul terdakwa sebanyak dua kali. Karena saya dipukuli tadi, saudara saya yang juga saksi korban, Karina lantas turun dari mobil hendak menolong saya dengan cara menarik tubuh terdakwa. Karena hal itu, terdakwa lantas mendorong badan Karina hingga jatuh ke aspal dan membenturkan kepala Karina ke aspal. Sedangkan Sherly keluar hendak menolong dan dan mengamankan terdakwa dengan cara menyetopkan mobil, tapi terdakwa keburu kabur,” bebernya.

Baca Juga :   Pantau Pelaksanaan Seleksi CPNS, Basarnas Pastikan Rekrutmen Bersih dan Transparan

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menyatakan sidang ditutup dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda keterangan saksi.”Sidang kita tunda hingga pekan depan dengan agenda masih keterangan saksi.”Tukasnya.(vot)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Poetra

Avatar

Check Also

Edhy Prabowo Ditangkap KPK di Bandara Soetta, Usai Pulang Lawatan dari Amerika

Jakarta, Detik Sumsel- Komisi Pemberantasan Korupsi disebut menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda