Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Oleh: Elin Parina

Public Sphere Pilpres 2019, Harusnya Adu Gagasan dan Program Kerja

Sejak satu dekade lalu, obrolan narasi-narasi politik tidak lagi menjadi hal mewah milik elite parpol maupun stake holder Pemerintahan. Narasi keras khas politik kini mewabah keseluruh lapisan elemen masyarakat, melalui public sphere, tempat dimana orang-orang dapat saling berargumen tentang politik, semua dapat ikut berdiskusi dan saling lempar tanggapan.


Namun yang menjadi kelemahan adalah ruang publik di dunia maya menjadi hal yang sulit di kontrol, bercampur antara fakta dan fiksi, antara argumen dan sentimen. Alih-alih mencerdaskan, Media Sosial justru dimanfaatkan oleh tim kampanye politik untuk menjatuhkan paslon lawan.

Tim kampanye paslon pilpres 2019 lebih mengarah pada kritik terhadap paslon lawan, bukannya membangun, kritik yang diberikan justru bersifat menjatuhkan. Hal ini membuat media sosial memberi pengaruh signifikan terhadap dampak perpecahan di negeri ini, alangkah baiknya apabila media sosial dimanfaatkan untuk mengkampanyekan program-program yang akan dijalankan paslon apabila di beri amanah untuk memimpin Indonesia kedepannya.

Baca Juga :   Penguatan E-commerce sebagai Penyokong Ekonomi

Black Campaign yaitu isu-isu yang dilontarkan dimaksudkan untuk merusak karakter lawan tanpa kebenaran fakta yang jelas. Perang narasi di media sosial bahkan memberi dampak di dunia nyata, memecah belah pihak yang berkawan akrab menjadi bermusuhan karena pilihan yang berbeda, yang menimbulkan efek serangan-serangan politik terhadap kubu lawan.

Memilih Jokowi atau Prabowo itu perkara makan bubur di aduk atau tidak di aduk, memilih berambut panjang atau berambut pendek. Sederhana saja, semua hanya soal selera. Kumpulkan informasi yang valid, lalu pilih sesuai nurani. Kemudian beri do`a terbaik agar pemimpin tersebut amanah. Tidak perlu dibuat ribet agar tidak terjadi gejolak perpecahan yang berlebihan.
Partisipasi aktif dalam demokrasi sangat penting, jangan sampai masyarakat menjadi cuek politik karena ulah para petinggi itu sendiri.

Baca Juga :   Meluruskan Penggunaan Verifikasi Faktual

*Penulis Merupakan Mahasiswa Semester V, Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Betta Agri

Betta Agri

Check Also

Pemuda Buta Politik?

Sebagai pemuda sudah menjadi tanggungjawab kita kepada ibu pertiwi untuk mencerdasakan dan memajukan negeri ini. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *