Iklan
Pemprov
Pimpinan PT BPI berkunjung ke rumah dinas Bupati Lahat, foto Heru/DS.

PT BPI Gendeng Pemkab Manfaatkan Limbah Faba Untuk Pembangunan

Lahat, Detik Sumsel – Turunnya PP No 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaran Perlindungan dam Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menghapuskan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (Faba) dari daftar jenis limbah berbahaya dan beracun (B3), rupanya membuat iklim investasi di Kabupaten Lahat makin baik.

Salah satu yang berniat memanfaatkan Limbah Faba tersebut ialah PT Bukit Pembangkit Inovative (BPI) selaku pemilik PLTU Banjarsari, yang juga penghasil Limbah Faba itu sendiri. Komisaris Utama beserta petinggi PT BPI bahkan bertemu langsung Bupati Lahat menjelaskan terkait manfaat Limbah Faba bagi pembangunan Kabupaten Lahat.

Sri Andini, Komisaris Utama PT BPI menjelaskan, pemanfaatan Limbah Faba bisa jadi salah satu cara pengentasan kemiskinan di Lahat. Mengingat selain bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan rumah dalam program bedah rumah, Limbah Faba bisa jadi jalan untuk memberikan CSR ke masyarakat maupun Pemkab Lahat.

Baca Juga :   Libur Diperpanjang, Orang Tua Harus Pantau Anaknya

“BPI tidak bisa usaha lain di luar kelistrikan, nanti ada pihak ke 3 sebagai corongnya. Namun yang jelas Limbah Faba bisa dioptimalkan untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur dan CSR di Kabupaten Lahat. Rencana kita Lahat jadi pilot projek, manfaat Faba bagi masyarakat,” jelas Sri Andini, Senin (24/5).

Bupati Lahat, Cik Ujang SH, didampingi Sekda Lahat, H Deswan Irsyad MPdi mengatakan, sangat tertarik dengan hal yang disampaikan oleh Komisaris Utama PT BPI terkait pemanfaatan Limbah Faba. Apalagi limbah tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembuatan konblok, batako, beton, jalan dan semen.

“Ini baru rencana. Karena Komisaris Utama PT BPI ini putri daerah dan berniat bekerjasama untuk membangun Kabupaten Lahat,” kata Bupati Lahat.

Baca Juga :   Ratusan Siswa SMK Ikuti Training Motivasi Nasional

Bupati Lahat menilai, hal yang disampaikan oleh pihak BPI sangat menarik. Apalagi bisa berdampak pada tumbuhnya UMKM atau BUMDes juga dalam hal pembangunan di Lahat.

“Selama itu bisa memberikan manfaat untuk masyarakat, untuk pembangunan Lahat, saya rasa tidak ada masalah. Nanti kita lihat lagi kelanjutannya, yang penting ikuti apa yang jadi aturan,” sampai Bupati Lahat.

Disisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lahat, Ir Agus Salman menuturkan, sesuai PP No 22 Tahun 2021, Limbah Faba sudah bukan lagi kategori limbah beracun.

“Bisa saja dimanfaatkan seperti rencana tersebut, regulasinya akan dibuat sesuai aturan. Untuk ketahanannya jika dijadikan bahan bangunan, nanti ada tes daya tarik dan daya dorong,” tutur Agus Salman. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sidang Paripurna Istimewa HUT Pagaralam ke-20 Berlangsung Hikmad

Pagaralam, Detik Sumsel – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pagaralam ke 20 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *