Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Liputan Khusus Profesi Menggiurkan, eSport Bukan Sekadar Game Online

Profesi Menggiurkan, eSport Bukan Sekadar Game Online

Tanggal : Pukul :
595
0
Seorang melakukan permainan game E Sports Mobile Legend dengan pertandingan ranked di Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu,
Seorang melakukan permainan game E Sports Mobile Legend dengan pertandingan ranked di Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu, (8/2). Foto : Tohir/Detik Sumsel

Lapsus, Detik Sumsel – Perkembangan olahraga elektronik atau eSports di Sumsel begitu pesat mengikuti tren. Potensi yang cerah secara profesional menjadi alasan utama kompetisi ini menggiurkan bagi generasi millenial.

Meskipun masih terjadi perdebatan sebagai bagian dari olahraga, tapi faktanya eSport sudah dipertandingkan di Sea Games Filipina tahun 2019 lalu, dan secara eksebisi di PON 2020. Bahkan secara resmi, Pengurus Besar (PB) eSport Indonesia (ESI) telah terbentuk dan siap bergabung dengan KONI.

Pengamatan Detik Sumsel, kompetisi eSport sudah sering berlangsung di kota Palembang. Setidaknya terdapat tiga games yang sering dipertandingkan diantaranya Mobile Legends, PUBG dan Free Fire. Mereka membentuk komunitas dan menggelar kompetisi. Beberapa tempat millenial menjadi lokasi tongkrongan mereka diantaranya, mall, caffe, minimarket dan restoran cepat saji. Tidak hanya di ibu kota Provinsi, daerah lain seperti kota Lubuk Linggau, Lahat dan kabupaten kota lainnya juga bergulir.

Baca Juga :   Deal ke Sriwijaya FC, Besok Airlangga Sucipto ke Palembang

Kabid eSport and Digital Sport KONI Sumsel, H Irwansyah SE mengatakan, cabang olahraga e-Sports mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun ini, ditandai dengan pertumbuhan pemain profesional dan non-profesional serta maraknya turnamen, liga maupun kompetisi eSports. “Sebagai sebuah industri, eSports memiliki banyak potensi dan peluang yang menggiurkan,” kata Irwan kepada Detik Sumsel, belum lama ini.

Kabid eSport and Digital Sport KONI Sumsel, H Irwansyah SE

Ia pun menerangkan alasannya, berdasarkan data PB ESI ada 60 juta pemain eSport, dan diprediksi menjadi 100 juta pemain sepanjang tahun 2020. Dengan potensi pendapatan nasional Rp 22 T, baru sebesar 1 persen dari pasar eSport dunia, jadi memiliki potensi yang besar. “Peluang ini juga termasuk di wilayah Sumsel,” sambungnya.

Menurut Irwan, eSports memiliki efek positif jika disalurkan ke arah yang benar. Kegiatan ini masuk dalam olahraga karena memiliki nilai sportivitas dan profesionalitas. “E-Sport membutuhkan konsentrasi, daya tahan, dan stamina. Hal itu yang menjadikan eSport masuk dalam aspek keolahragaan,” ulasnya.

Baca Juga :   Akan Terus Berjuang, Noverian Siap Menjadi Pintu Bagi Para Pemuda

Dari sisi edukasi, lanjutnya, eSport memerlukan kerja sama karena harus membentuk tim. Sementara atletnya harus berlatih fisik untuk menjaga dan meningkatkan stamina. “Pemain juga harus cepat dan cermat dalam mengambil keputusan. Ini juga umumnya terdapat pada olahraga,” tegasnya.

Masih menurut Irwan, eSport berbeda dengan game online. Sebab, main game itu rekreasi, mengisi waktu luang dan tidak untuk tujuan profesional. “eSports itu sebenarnya game yang dipakai buat profesi, kerjanya itu game, istirahatnya itu tidak main game. Sejatinya, eSports seperti permainan olahraga lain, akan memiliki dampak positif jika dikelola secara profesional,” tukasnya. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here