Pemerintah Sumatera Selatan
TAG TOYOTA
BANK INDONESIA
BANK INDONESIA
BANK INDONESIA
Beranda Daerah Prihatin Dengan Kesejahteraan Guru Honorer, Kuryana Menangis Haru

Prihatin Dengan Kesejahteraan Guru Honorer, Kuryana Menangis Haru

Tanggal : Pukul :
489
0
Istimewa

Baturaja, Detik Sumsel — Lantunan lagu “Guruku Sayang” yang dibawakan oleh para pelajar bersama Sofian Saleh pencipta lagu guruku sayang pada puncak peringatan HUT PGRI ke 73 dan Hari Guru Nasional tahun 2018 di gedung serba guna kompleks Islamic centre Baturaja, Senin (26/11).

Membuat Bupati Ogan Komering Ulu Kuryana Aziz tak kuasa menahan tangisnya meratapi nasib para guru honorer yang dinilainya belum menenuhi kesejahteraan.

“Kesungguhan mereka dan pengabdian mereka dalam mendidik anak – anak kita tak sebanding dengan apa yang diberikan pemerintah” Kata Kuryana saat menyampaikan sambutannya.

Dikatakan Kuryana, dirinya telah berbicara kepada Sekda OKU untuk mencari solusi untuk mensejahterakan para guru honorer, di OKU sendiri ada sekitar 4000 guru tenaga honorer yang tersebar di seluruh wilayah OKU.

“Tadi saya sempat bisik-bisik dengan Pak Sekda, coba kaji dan tambahi honor mereka (guru honorer red)” Ucap Kuryana.

Menurut Kuryana, guru honorer ini masih jauh dari kata sejahtera, mereka hanya mendapatkan honor sebesar Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu perbulan, para guru honorer ini lanjutnya hanya mengandalkan dana BOS dari sekolah masing-masing.

“Apalah arti honor itu, tolong pak Sekda ini dikaji dengan legislatif, saya minta sisihkan APBD untuk menambah honor mereka” Tukasya.

Mirza Nova salah seorang guru Honorer sangat menyambut baik pernyataan Bupati ini, menurut Wanita yang telah menjadi guru honorer sejak tahun 1991 ini mengharapkan pemerintah dapat memperhatikan kesejahteraan guru khususnya guru honorer.

“Kalau dulu kami ada tunjangan, namun karena kami pendidikan hanya berlatar belakang Sekolah Pendidikan Guru (SPG) tunjangan ini distop kecuali guru yang telah S1” Katanya.

Menurut guru yang mengajar di Taman Kanak-Kanak (TK) ini  penghasilannya sebagai guru honoret hanya sekitar 800 ribu rupiah perbulan. Untuk itu ia berharap tunjangan ini dapat dikembalikan, sehingga bisa menambah motivasi dan semangat para guru khususnya guru honorer.

Hal senada juga dikatakan Andri Giopani, guru honorer yang mengajar di SMP 47 OKU sejak tahun 2013 ini juga mengharapkan pemerintah memperhatikan kesejahteraan para guru honorer.

Diungkapkannya penghasilannya dihitung sesuai jam mengajar. “Ngitung jam pak, satu jamnya dibayar Rp 25 ribu” Ungkapnya.

Menurutnya penghasilannya selama mengajar belum bisa mencukupi kebutuhannya, untuk itu ia terpaksa mencari kerja sampingan. “Cari kerja sampingan pak, kalau maun mengandalkan honor tidak cukup pak” Tukasnya. (fei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here