Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Palembang Prasasti Telaga Batu Disoal, Ini Penjelasan PT Pusri

Prasasti Telaga Batu Disoal, Ini Penjelasan PT Pusri

Tanggal : Pukul :
578
0
Foto: Net

Palembang, Detik Sumsel- Adanya dugaan dari pemerhati sejarah di Palembang bahwa keberadaan prasasti Telaga Batu di area pabrik PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) akan dijadikan tempat pembuangan Limbah B3 akhirnya direspon pihak PT Pusri.

Melalui Manajer Humas PT Pusri, Hernawan L Sjamsuddin kepada detiksumsel.com, Sabtu (18/5) menyebutkan bahwasannya PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) sebagai produsen pupuk bersubsidi dalam mengoperasikan pabriknya berdasarkan ketentuan undang-undang dan peraturan yang
berlaku.

“Tidak hanya saat produksi saja, dalam mengelola sisa produksi Pusri juga sangat mematuhi peraturan yang berlaku. Hal ini dapat dibuktikan dengan penghargaan Proper Hijau sejak 2011 sampai dengan sekarang,” tegasnya.

Dikatakan, terkait adanya keberadaan prasasti yang disebut Pihak Pusri prasasti Telaga Biru tersebut pihak Pusri sendiri telah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Palembang mengenai keberadaan Situs Telaga Biru. “Adapun keberadaan Situs tersebut saat ini masih dalam proses kajian oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang,” katanya.

Terkait perbedaan penyebutan Telaga Batu dengan Telaga biru antara pihak pemerhati sejarah Palembang dengan PT Pusri, ia mengatakan, bahwasannya pada waktu yang lalu pihak pemerhati sejarah di Palembang mendatangi PT Pusri untuk melakukan observasi Telaga Biru bukan Telaga Batu.

“Kami pun ga tau keberadaan dan letak telaga biru, pada saat itu mereka pun masih mencari-cari juga letaknya,” bebernya.

Baca Juga :   HIPAKAD Bakal Gelar Festival Telok Abang

Kemudian, Hernawan juga menjelaskan dalam mengelola sisa produksi yang tergolong B3, Pusri bekerjasama dengan pihak ketiga yang sudah memiliki lisensi resmi. “Jadi dapat diluruskan bahwa Pusri tidak mengolah sendiri sisa produksi yang tergolong B3,” kata dia.

Ia menambahkan, saat ini PT Pusri Palembang sedang melakukan pengembangan dengan membangun Pabrik NPK Fusion II yang memiliki kapasitas produksi 2×100.000 ton per tahun. Hal ini dilakukan dalam rangka bersinergi dengan program pemerintah khususnya menunjang kedaulatan pangan.

“Adapun tanah galian Proyek NPK Fusion II ditempatkan di areal
samping pagar pabrik. Dengan demikian tidak benar bahwa yang dimaksud timbunan adalah limbah B3 melainkan sisa galian tanah proyek NPK,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerhati Sejarah dan Kebudayaan Sumsel, Vebri Al Lintani mengatakan adanya penimbunan di lokasi bersejarah tersebut dan merupakan prasasti penting, pihaknya belum tahu apa yang akan dilakukan oleh pihak PT Pusri, “Kami sudah mengirim surat kepada PT Pusri untuk mengetahui mau diapakan lokasi prasasti tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskan Vebri, Prasati Telaga Batu adalah prasasti bentuknya seperti ular kobra, merupakan persembahan para pejabat tinggi kerajaan Sriwijaya dan agar para pejabat tidak berkhianat agar tidak berkhianat terhadap raja Sriwijaya.

Baca Juga :   Hilal Belum Bisa di Rukyat

“Prasasti tersebut agar para penjabat agar tidak berkhianat kepada raja Sriwijaya, intinya itu, pemilihan tempat tentu berdasarkan dengan pertimbangan yang sangat matang, lalu karena itu penting tentu itu harus dilindungi, dalam aspek kebudayaan itu sebagai bukti, jadi kita bisa legitimasi, bahwa Sriwijaya itu ada di Palembang, salah satunya itu, kalau itu tidak ada, mau mencari tempat ya itu tempatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV) RM Fauwaz Diraja lebih bijaksana dalam menyikapi persoalan yang terjadi pada lokasi Prasati Telaga Batu harus lebih cermat dan melakukan observasi dulu. “ Kita belum bisa ambil kesimpulan, kita observasi dulu, apakah isu-isu yang diketahui tersebut, kita harus mendalami masalah. Yang pasti kita harus menjaga dan melestarikan cagar budaya tersebut.

Menurtu SMB IV, Telaga Batu tempat yang sangkral dan wajib untuk dilestarikan, jangan sampai cagar budaya hilang karena kepentingan segelintir orang. “ Salah satu keberadaan kerajaan Sriwijaya di Palembang adaanya prasati Telaga Batu, jangan sampai dengan hilangnya prasasti telaga batu bisa menghilangkan pemaknaan kerajaan Sriwijaya di Palembang.” pungkasnya.(fir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here