Detik
Pemprov
Suasana sidang putusan prapradilan dengan pemohon Krismonika Gusta di PN Lahat. Foto Heru/DS.

Praperadilan Tersangka Narkoba Ditolak Pengadilan Negeri Lahat

Lahat, Detik Sumsel – Puluhan aparat kepolisian Polres Lahat tergabung dari Satres Narkoba, Satreskrim, Satintelkam dan Sabhara, ditambah porsenil TNI, Kodim 0405 juga Subdenpom, Senin (8/3) sejak pukul 10.00 WIB tongkrongi Pengadilan Negeri Lahat. Bukan karena ada masa pendemo, melainkan melakukan penjagaan dan pengamanan jalannya sidang prapradilan, antara Krismonika Gusta selaku pemohon dan Satres Narkoba Polres Lahat selaku termohon.

Sidang dengan agenda putusan yang berjalan selama 43 menit ini, berlangsung aman tanpa ada keributan dari kedua belah pihak. Dalam persidangan itu, dipimpin oleh Hakim Tunggal, Renaldo Meiji Hasoloan Tobing, SH MH, sempat membacakan salinan putusan praperadilan yang diajukan pemohon melalui kuasa hukumnya, menerangkan jika dalam prosedur penangkapan sudah memenuhi aturan hukum, dan menolak semua permohonan pemohon.

“Dalam hal penangkapan, penyitaan, penggeledahan, penetapan tersangka dan penahanan atas diri pemohon, sudah sesuai aturan. Pengadilan Negeri Lahat memutuskan, menolak permohonan Praperadilan pemohon untuk seluruhnya, dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sejumlah nihil,” terang Renaldo Meiji Hasoloan Tobing, SH MH, melalui Humas PN Lahat, Dicky Syarifudin, SH MH.

Baca Juga :   Pasca Banjir, Sawah 9 Desa di Tanjung Sakti Tak Bisa Digarap

Hasil putusan ini rupanya tidak bisa diterima oleh keluarga Krismonika. Pihak keluarga ibu berusia 22 tahun, memiliki satu anak ini menilai, putusan tersebut hanya melihat sisi kelengkapan berkas, tanpa menilai keterangan saksi dan kronologis kejadian.

“Ya sudah putus, apapun hasilnya kita hormati proses hukum yang berjalan. Artinya tinggal pembuktian pada sidang pokok perkara,” kata Taslim SH MH, didampingi Yusmawati SH MH, kuasa hukum pemohon dari YLBHI Palembang.

Ketidak terimaan keluarga pemohon atas putusan tersebut, sempat meledak. Dihadapan awak media, Ovi saudara perempuan Krismonika mengatakan, pihaknya tidak menerima surat apapun, hanya menerima SP2HP tanpa tanda tangan Kasatres Narkoba.

Baca Juga :   Tiga Terdakwa Pembunuh Anggota Brimob di OKU Selatan Divonis Bebas

“Majelis Hakim hanya membahas soal prosedur, kelengkapan surat penangkapan dan penahanan yang dianggap memenuhi aturan hukum,” sampai Taslim.

Sementara, Kasatres Narkoba Polres Lahat, AKP Zulfikar menerangkan, dalam persidangan itu terlihat, semua gugatan pemohon tidak bisa dibuktikan, berkaitan dengan fakta hukum yang sebenarnya. Terkait mendatangi rumah dan penggeledahan, itu bagian proses penyelidikan.

“Bukan dalam artian asal lakukan penggeledahan, tapi penyelidikan, mencari barang-barang diduga narkoba. Untuk sidang pokok perkaranya menunggu pemeriksaan selesai, karena masih P19,” terang Zulfikar.

Sebelumnya, Krismonika Gusta, mama muda, idaman banyak pria membuat geger warga Kabupaten Lahat. Bukan hanya dinyatakan sebagai pengedar pil extasi, lantaran lantaran ditemukan 2 butir extasi di dalam mobil miliknya, drama penangkapan Krismonika ikut jadi sorotan warga Lahat. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Makmurkan 74 Masjid Dan 62 Musala

Muaraenim, Detik Sumsel- Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) memakmurkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *