Iklan Iklan
Pemprov

Portal Dibuka, Ratusan Warga Geruduk PT Lonsum

Lahat, Detik Sumsel — Warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, kembali terlibat cek-cok dengan perusahan kelapa sawit PT PP Lonsum, Kamis (20/9).

Setelah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PR-KPP) Lahat, membacakan SK Bupati Lahat, dan membuka portal lahan seluas 303 hektar oleh warga.

Menurutnya, SK Bupati Lahat nomor 196/KEP/III/2012 tentang penyelesaian permasalahan lahan usaha II warga eks transmigrasi SP III BM V/B Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang, sebenarnya telah diselesaikan mengingat konpensasi telah diberikan perusahaan. Dengan demikian, lahan berupa perkebunan kelapa sawit itu, kembali dikelola PT PP Lonsum.

Baca Juga :   Toga dan Toma di Muba Tolak Aksi Kerusahan di Sidang MK

“Warga eks transmigrasi SP III, tidak akan menuntut lagi lahan usaha II kepada PT Lonsum dan Pemkab Lahat,” tegas Ketua Tim Identifikasi dan Verifikasi Penanganan Sengketa Tanah Dinas PR-KPP Lahat, Nazarudin Effendi.

Sebelumnya, perkebunan itu telah dikuasai masyarakat sejak tahun 2012 yang lalu. Sempat ada penyelesaian namun tahun 2014 masyarakat kembali mengklaim lahan itu milik mereka.

“Jika ada permasalahan, silahkan masyarakat bernegosiasi dengan membawa bukti-bukti terkait klaim lahan yang ada dan menyelesaikan secara hukum,” jelasnya.

Kendati sudah dilakukan mediasi bersama Pemkab, Polres Lahat, dan PT Lonsun. Masyarakat Desa Suka Makmur tetap tidak terima pembukaan portal lahan, yang memperolehkan PT Lonsum panen tandan buah segar kelapa sawit di lokasi itu.

Baca Juga :   Diguyur Hujan Deras, Longsor Sempat Tutup Jalan Via Gumay

“Kami minta hentikan panen ini. Semua harus jelas dulu, tunjukkan mana lahan eks transmigrasi. Ini sama saja dengan melanggar kesepakatan mediasi,” tegas Rasansi, Kades Suka Makmur.

Sementara, Lawyer PT PP Lonsum Tbk, Agus Effendi menegaskan, pihaknya tidak akan membuka lagi pintu mediasi. Mengingat semua proses penyelesaian terhadap warga, telah dilakukan pihak perusahaan.

“Ini memang hak PT Lonsum yang telah dikuasai warga sejak lama. Kita siap menunggu mereka (warga red) ke ranah hukum,” ucapnya. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Menparekraf Sandiaga Uno Support Pemkab OKI Kembangkan Objek Wisata Berbasis Budaya

Kayuagung, Detik Sumsel-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir mengambil langkah mengembangkan objek wisata berbasis budaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *