Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Polsek Talang Kelapa Gerebek Produksi Miras Oplosan Modus Jual Air Minum Isi...

Polsek Talang Kelapa Gerebek Produksi Miras Oplosan Modus Jual Air Minum Isi Ulang

Tanggal : Pukul :
909
0
Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem didampingi Kapolsek Talang Kelapa Kompol Irwanto saat menunjukkan barang bukti produksi Miras Oplosan di Jalan Talang Betutu Lama, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin

Palembang, Detik Sumsel — Sebuah Ruko dua pintu di Jalan Talang Betutu Lama RT 25, RW 11, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin yang dijadikan tempat produksi minuman keras (Miras) oplosan merk Manssion dan Vodka di gerebek Satuan Reskrim Polsek Talang Kelapa Sabtu (6/10).

Dari penggerebekan ini selain mengamankan tujuh orang pelaku sebagai peracik Miras masing-masing Sri Wahyono, Amriyadi, Dodi Candra, Refki, Eman Susanto, Febriansyah dan Sujono.

Dari dalam Ruko polisi juga menemukan barang bukti ribuan botol kosong, dua unit mesin pres, stempel merk Manssion dan Vodka, tutup botol, dua buah tedmon berukuran 1500 liter, alkohol, caramel sebagai perasa dan pewarna, kardus untuk mengemas minuman serta satu unit mobil truk BG 8110 UW untuk mengangkut Miras.

Untuk mengelabui petugas dan masyarakat sekitar pelaku sengaja membuka pengisian air minum isi ulang yang persis bersebelahan dengan Ruko yang dijadikan tempat memproduksi Miras oplosan.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem didampingi Kapolsek Talang Kelapa Kompol Irwanto menjelaskan dalam memproduksi Miras oplosan ini peracik menggunakan campuran perbandingan tiga galon alkohol dengan sembilan galon air untuk perasa mereka mencampurkan caramel dan sedikit zat pewarna.

“Setelah bahan dicampur jadi satu didalam tedmon, lalu diaduk dengan kayu. Lalu mereka masukan kedalam botol yang sudah siap diisi,”ujar Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem kepada wartawan saat pres rilis di lokasi penggerebekan Senin (8/10).

Dalam melakukan peracikan, lanjutnya ketujuh tersangka mempunyai peran masing-masing ada yang mengemas, ada yang mengisi, ada yang mengepres botol dengan mesin pres serta mengepak botol yang sudah diisi kedalam kardus. Dimana salah satu peracik diketahui pernah bekerja sebagai pengemas minuman inti sari diwilayah Jawa Barat.

“Perminggu produksi Miras ini mencapai 16800 botol atau sekitar 350 dus perminggu nya dengan omset ratusan juta perbulannya. Untuk wilayah pemasaran nya diluar wilayah Banyuasin bahkan ada yang ke wilayah OKU sesuai dengan permintaan pelanggan,”katanya.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu peracik operasi Miras oplosan ini baru sekitar empat bulan. Untuk bos besar nya sendiri masih dilakukan pendalaman. Karena beredar nama pemodal nya Roy kemungkinan besar ini nama samaran.

“Ketujuh tersangka yang diamankan dijerat dengan pasal 204 ayat 1 KUHP, dan atau pasal 140 Undang-undang No 18 tahun 2012 tentang pangan yang ancaman hukuman penjara lima belas tahun penjara,”bebernya.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here