Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Polres OKU Tangkap Bos Travel Umroh yang Gagal Berangkatkan Jamaah

Polres OKU Tangkap Bos Travel Umroh yang Gagal Berangkatkan Jamaah

Tanggal : Pukul :
652
0
Kapolres OKU Saat menunjukkan barang bukti berupa dokumen calon jemaah umroh yang gagal diberangkatkan oleh tersangka Martadinata.

Baturaja, Detik Sumsel — Martadinata (31) warga Jalan Imam Bobol, Lorong Punti Kayu Desa Air Paoh Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang juga merupakan Deriktur Utama PT Doa Araffah Madina (Damtour) cabang Baturaja diamankan Satreskrim Polres OKU.

Marta ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan beberapa waktu lalu, atas dugaan kasus penipuan belasan calon jemaah umroh yang telah menyetor sejumlah uang ke biro perjalan haji dan umroh yang dipimpinnya.

“Ada 15 korban penipuan oleh tersangka yang kemudian perwakilan korban melapor ke Polres OKU” Kata Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari Kamis siang (22/11).

Disebutkan Kapolres, total kerugian seluruh korban mencapai 350 juta, menurut Kapolres para korban gagal diberangkatkan ke tanah suci.

Keberangkatan para korban jemaah umroh ini merupakan keberangkatan yang kedua setelah sebelumnya tersangka sempat memberangkatkan dan berhasil. “Untuk keberangkatan yang kedua ini gagal”kata Kapolres.

Dijelaskan Kapolres tersangka pada pemberangkatan awal sudah mengetahui ada masalah dengan kantor pusat PT Dam Tour yang berada di Depok, sehingga pada perekrutan pemberangkatan kedua tersangka masih menggunakan PT Doa Arafah Madina yang memiliki izin dari Kementerian agama setelah berhasil merekrut calon jemaah.

Kemudian pada saat pemberangkatan tersangka merubah nama perusahaan menjadi PT Doa Al Amin Makkah Madina yang tidak terdaftar dan berizin sehingga pada saat pemberangkatan 15 orang jemaah tidak bisa diberangkatkan ke tanah suci.

“Pada saat pemberangkatan kedua kantor pusat yang di Depok sudah tutup karena bermasalah dan ditangani Polda Metro Jaya, oleh tersangka nama perusahaan ya dari semula PT Doa Araffah Madina menjadi PT Al Amin Makkah Madina yang sebelumnya ada izin dirubahnya kemudian tidak ada izin,” jelas Widayana.

15 jemaah tersebut sempat diberangkatkan sampai di salah satu hotel di kawasan Jakarta, setelah itu ditinggal oleh tersangka kembali ke Baturaja, hingga beberapa hari para korban tidak juga kunjung diberangkatkan dan membuat para korban melaporkan kasus tersebut kepolisi.

“Tersangka sempat kabur dimana kejadian tersebut terjadi pada 27 Maret 2017, dan baru tertangkap pada akhir Oktober lalu” tuturnya.

Dari tangan tersangka polisi menyita sejumlah dokumen termasuk nama PT yang digunakan oleh tersangka, kemudian tas koper, id Card calon jemaah, brosur dan struktur jabatan di PT Doa Araffah Madina yang dipimpin tersangka.

“Tersangka akan di jerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,  kita juga akan kembangkan apakah akan ada tersangka lain atau tidak,  saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi lainnya,”bebernya. (fei)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here