Detik
Pemprov
Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIK, saat memberikan keterangan di hadapan wartawan saat menggelaar Jumpa Pers, Jumat (26/2) di halaman Mapolres. (Foto : Edy Parmansyah/Detik Sumsel)

Polres Muba, Lumpuhkan Perampok Sadis Antar Kabupaten dan Provinsi

Sekayu, Detik Sumsel – Jajaran Polres Musi Bayuasin berhasil meringkus salah satu dari komplotan perampok sadis yang biasa menjalankan aksinya di beberapa provinsi dalam Pulau Sumatera dan beberapa Kabupaten dalam Provinsi Sumatera Selatan.

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIK  mengungkapkan bahwa salah satu pelaku perampokan sadis yang sudah sembilan kali beraksi di seluruh wilayah Sumatera Selatan, yaitu Sutarwan (41) alias Bintang,  berhasil diamankan dan dibawah ke wilayah hukum Muba, yang sebelumnya ditangkap di Provinsi Sumatera Utara.

“Perjuangan anggota dilapangan tidak sia-sia. Tim Tekab 204 Polsek Bayung Lencir bersama Tim Serigala Sat Reskrim Polres Muba, akhirnya berhasil menangkap tersangka saat bersembunyi di Kabupaten Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada, Senin (22/02). Karena melawan dan mecoba melarikan diri. Tersangka Bintang akhirnya diberi timah panas oleh petugas,” beber Erlin di hadapan wartawan saat menggelaar Jumpa Pers, Jumat (26/2) di halaman Mapolres Muba.

“Erlin mengungkapkan, sembilan laporan (LP), kejadian diantaranya Lima LP di Polres Muba, Tiga LP di Polres OKI dan Satu LP di OKU Timur,” ungkap Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin, Paur Humas Iptu Indra Jaya, SH, Kapolsek Bayung Lencir Iptu Firman dan Kanit Pidum Ipda Nasirin.

Baca Juga :   Gelapkan Mobil Rental Ibu Tiga Anak Ini Diringkus

Dijelaskan Erlin, aksi komplotan rampok yang dilakukan tersangka Bintang. Salah satunya di wilayah hukum Polsek Bayung Lencir pada, Selasa (11/09/2012) sekira pukul 01:00 WIB tepatnya di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba. Korban yang mengalami perampokan atas nama Jasri dengan total kerugian uang tunai mencapai Rp 40 juta, 4 suku kalung emas, 3 suku gelang emas dan 1 suku anting emas.

Sambung Erlin, tidak hanya disitu saja. Komplotan ini juga beraksi kembali kerumah korban lainnya bernama Simson Simare Mare. Komplotan ini langsung merusak pintu depan rumah korban. Serta salah satu pelaku langsung menembak korban dan mengenai bagian kaki kanan. Serta dari kediaman korban ini juga, para pelaku berhasil mengambil uang tunai sebesar Rp 53 juta, 2 suku cincin emas, 3 suku kalung emas dan 1 unit sepeda motor.

“Usai beraksi, para pelaku lalu kabur ke arah jalan Lintas Sumatera. Selanjutnya korban melapor ke Mapolsek Bayung Lincir, ” terang Erlin.

Ditambahkannya berdasarkan laporan korban dan hasil penyelidikan. Sudah ada tiga orang tersangka ditangkap, Gondes dan Andi dihukum 12 tahun penjara. Serta Walang ditembak karena melawan petugas. Sedangkan 5 orang lagi belum tertangkap dan menjadi dpo pihak kepolisian inisial M, T, H, A, dan I.

Baca Juga :   Napi Lapas Merah Mata Tewas Tergantung di Dalam Sel Isolasi

“Tiga sudah tertangkap dan Lima masih DPO kita, ” jelasnya.

Lebih lanjut Erlin mengungkapkan. Sementara dari Hasil interogasi terhadap tersangka Bintang. Ia mengakui melakukan perampokan itu terhadap korban Jasri dan Simson Simare Mare di wilayah Desa Sido Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya bersama rekan-rekannya. Sedangkan Lima TKP perampokan di wilayah hukum Polres Muba, yakni 3 LP di Polsek Sungai Lilin di tahun 2008, 2009 dan 2010. Sementara di Polsek Bayung Lencir ada 2 LP di tahun 2011 dan 2012. Sisanya di wilayah hukum Polres OKI dengan 3 LP pada tahun 2017 dan 2018. Serta 1 LP di Polres OKU Timur di tahun 2018.

“Tersangka ini spesialis dobrak pintu. Jika korban melawan langsung, tidak segan-segan untuk melukai ataupun menembak mati dengan menggunakan senjata api rakitan ilegal,” ungkapnya.

Kapolres Muba menghimbau untuk kepada para pelaku yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri ke pihak berwajib. “Jika tidak, kita aka rilis di kamar jenazah nantinya, ” pungkasnya.

Sementara itu, pengakuan tersangka Bintang. Ia berperan mendobrak pintu dalam melakukan perampokan. Sekaligus menembak korban jika melakukan perlawanan.

“Hasil merampok pernah mendapat bagian uang Rp 34 juta. Uangnya aku habiskan untuk senang-senang dan narkoba, ” ungkapnya. (edy)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Edy Parmansyah

Avatar

Check Also

Aklamasi, Juni Alpan Suri Ketua KONI OKI 2021-2025

Kayu Agung, Detik Sumsel – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *