Bersama Herman Deru dan Mawardi Yahya, Saatnya Perubahan Menuju Sumatera Selatan Yang Lebih Maju

Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Asal Pali

0
461

Palembang, Detik Sumsel — Tindakan tegas terhadap bandar narkoba kembali dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, dengan menembak satu dari tiga pelaku.

Satu pelaku bandar narkoba yang meregang nyawa yakni Heriyanto ia melakukan perlawanan saat akan ditangkap kawasan Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Pali Kamis (6/9) siang.

Sedangkan tersangka Didi Permadi (36), ditembak dibagian pantat nya, sementara Rizal berhasil melarikan diri.

Dari penangkapan ini, petugas mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu sabu seberat dua kilogram yang dibungkus dalam kemasan teh Cina.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Farman mengatakan tersangka ditangkap setelah anggota memancing tersangka untuk bertransaksi, yang sebelumnya anggota terlebih dahulu memesan narkoba.

Baca Juga :   Tidak Lengkap, Langsung Ditilang

“Setelah tersangka datang dan hendak menyerahkan narkoba kepada anggota,  tersangka Heriyanto sadar bahwa yang memesan barang adalah polisi dan melawan dan melarikan diri,”ucapnya saat pres rilis di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kamis (6/9) malam.

Lanjutnya, berkat kesigapan anggota tersangka ditembak dibagian punggungnya saat akan dilarikan ke rumah sakit tersangka akhirnya meninggal dua dalam perjalanan. Sementara tersangka Didi Permadi ditembak dan kena dibagian pantat nya, sedangkan satu pelaku lainnya berhasil kabur.

“Kami tegaskan agar tersangka yang kabur secepatnya untuk menyerahkan diri. Cepat atau lambat hidup atau mati akan kami kejar,”tegasnya.

Dikatakan Zulkarnain, peredaran narkoba di Sumsel sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu kepolisian khususnya Polda Sumsel berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba di Sumsel. Tersangka Heriyanto yang ditembak mati ini termasuk jaringan pengedar narkoba asal Aceh. Untuk keterkaitan dengan yang ditembak mati oleh BNNP Sumsel beberapa waktu lalu, pihaknya masih melakukan pendalaman.

Baca Juga :   Salome Ditahan Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya

“Karena harta para bandar dari hasil penjualan narkoba cukup banyak dan akan dikenakan TPPU. Seperti yang kami tembak mati ini transaksi dari keuangan nya lumayan besar karena dia adalah salah satu bandar besar diwilayah Pali,”bebernya.

Sementara itu, Didit Permadi mengaku sudah tiga tahun menekuni bisnis haram dalam sebulan sabu yang diedarkan nya diwilayah Pali mencapai kilogram.

“Kalau sebulan sekitar lima kilogram sabu yang berhasil terjual, termasuk diwilayah Jambi dan Pali,”akunya.(oji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here