Detik
Pemprov
Kepala Kantor KSOP Kelas II Palembang Irwan SH Mpd M Mar E saat diwawancarai awak media dalam sosialisasi Permenhub RI Nomor 58 tahun 2013 tentang penanggulangan pencemaran tumpahan minyak

Perusahaan Harus Siap Siaga Tanggulangi Tumpahan Minyak di Perairan

Palembang, Detik Sumsel — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhan (KSOP) kelas II Palembang bersama PT Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia Selasa (3/11/2020) bertempat di The Alts Hotel Palembang sosialisasikan Permenhub RI Nomor 58 tahun 2013 tentang penanggulangan pencemaran tumpahan minyak di laut.

Sosialisasi ini diikuti seluruh pelaku usaha angkutan perkapalan maupun perusahaan BUMN dan swasta di Sumsel.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Palembang Irwan SH Mpd M Mar E mengatakan sosialisasi Permenhub RI Nomor 58 tahun 2013 ini sangat perlu mengingat lalu lintas perairan di sungai Musi cukup padat. Begitu juga dengan operasi terminal khusus (tersus) dan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS).

“Dengan padatnya lalu lintas kapal yang masuk di alut sungai Musi, sehingga dengan padatnya ini kita harus waspada terkait pencemaran khususnya pencemaran tumpahan minyak di Sungai,”katanya kepada wartawan.

Baca Juga :   Hacker Incar Hasil Penelitian Covid-19

Menurut Irwan jika pencemaran terjadi di sungai Musi maka akan mempengaruhi ekonomi warga di Sumsel. Selain itu pencemaran juga akan berdampak bagi lingkungan sekitar.

“Maka dari itu dengan adanya Permenhub RI Nomor 58 tahun 2013 diharapkan kepada seluruh rekan rekan yang ada di terminal khusus (tersus) dan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) bisa memahaminya sehingga jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan bisa diatasi bersama,”katanya.

Irwan juga menilai lalu lintas kapal yang  padat di Sumsel sangat rawan terjadinya pencemaran tumpahan minyak atau bahan B3 baik dari kegiatan kapal, maupun kegiatan lain dipelabuhan.

“Karena komoditi di Sumsel cukup banyak, begitu juga industri, di Sumsel ada industri kapal yang tidak hanya memproduksi kapal nasional namun juga ada pembuatan kapal untuk luar negeri, serta kegiatan ekspor batubara melalui sungai di Sumsel terbesar di Indonesia hal inilah yang harus kita antisipasi jangan sampai pencemaran laut maupun sungai terjadi di Sumsel,”jelasnya.

Baca Juga :   UKK Imigrasi Baturaja Cikal Bakal Jadi Kantor

Sementara itu deputi penanggulangan tumpahan minyak dari PT OSCT Indonesia Rian Ardiansyah mengatakan sosialisasi Permenhub RI Nomor 58 tahun 2013 merupakan bentuk kepedulian KSOP Kelas II Palembang serta kesiap siagaan terhadap pencemaran perairan di Sumsel akibat tumpahan minyak.

“Untuk itu kepada seluruh stake holder terkait maupun perusahaan harus memiliki kesiapan dalam menanggulangi tumpahan minyak di perairan Sungai Musi,”ujarnya.

Dikatakan Rian PT OSCT sebagai perusahaan penanggulangan tumpahan minyak yang sudah tersertipikasi oleh Kemenhub RI sangat mendukung sekali sosialisasi Permenhub RI Nomor 58 tahun 2013.

“OSCT akan membagikan pengalaman pengalaman tentang penanggulangan tumpahan minyak serta membantu stake holder maupun perusahaan Sumsel dalam kesiap siagaan menanggulangi tumpahan minyak di perairan,”pungkasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Fauzi

Avatar

Check Also

Ratu Dewa Perkuat Komitmen untuk Prestasi Laskar Betaji

Palembang, Detik Sumsel- Klub sepakbola PS Palembang menjalin kerjasama dengan pengusaha, instansi pemerintah, swasta, perbankan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *