Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Turut Berduka Cita
Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel

Pertamina Resmikan Penggunaan Jembatan Gantung Desa Banuayu

Baturaja, Detik Sumsel — Setelah hampir 6 bulan, jembatan gantung Desa Banuayu yang sempat ambruk akibat dihantam banjir kini sudah dapat digunakan kembali. Melalui Program Bina Lingkungan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel membantu pembangunan kembali jembatan tersebut agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat Desa Banuayu dan Desa Tanjung Dalam.

Peresmian jembatan gantung ini dilakukan langsung oleh Pertamina diwakili oleh Operation Head Terminal BBM Baturaja, Terisa Andrina bersama Camat Lubuk Batang Helni Purnanengsih dan Kepala Desa Banuayu, Tamimi, Rabu siang (19/9).

Dalam sambutannya Teri mengatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan kontribusi Pertamina, apalagi lokasi jembatan gantung masih disekitar wilayah operasional TBBM Baturaja.

Baca Juga :   Edarkan Upal, Dua Pemuda di OKU Diamankan Polisi

“Tentunya kami bersyukur pembangunan jembatan ini sudah selesai sehingga dapat segera dimanfaatkan segera oleh masyarakat dan aktivitas mereka tidak terganggu lagi,” ucapnya,

Menurut Teri, jembatan ini sangatlah penting perannya dalam mendukung aktivitas keseharian masyarakat, karena jika ingin bekerja di kebun, sekolah, ataupun aktivitas sehari-hari lainnya yang harus menyebrangi Sungai Ogan.

“Mari, sekarang jembatannya sudah selesai kita juga harus merawatnya bersama, karena jika dilihat dari manfaat kedepannya, jembatan ini tentu dapat mendongkrak produktivitas masyarakat,” kata Teri.

Sementara itu, Camat Lubuk Batang, Helni mengungkapkan rasa terima kasih atas selesainya jembatan gantung yang sudah lama rusak ini. “Pertama-tama tentunya sangat bersyukur jembatan ini bisa dioperasikan kembali, mewakili seluruh masyarakat yang menikmati jembatan ini saya berterima kasih. Mudah-mudahan, masyarakat dapat terbantu,” singkatnya.

Baca Juga :   Selain PDIP, JA Juga Daftar Balon Bupati Di Golkar

Sejak jembatan putus, aktivitas masyarakat cukup terganggu, apalagi alternatif penyebranganpun tidak banyak dan memiliki biayanya masing-masing. Alternatif termudah adalah menggunakan jasa getek untuk menyebrang dengan tarif Rp 2.500 per orang. Namun faktor ekonomi menjadi pertimbangan.

Pilihan kedua yaitu menggunakan motor, namun harus memutar sehingga butuh waktu dan biaya yang cukup banyak.

Alternatif terakhir sangat membahayakan keselamatan warga, yakni dengan meniti tali di jembatan gantung yang sudah rusak. Namun, alternatif ini tetap dipilih oleh masyarakat, termasuk wanita dan anak-anak karena ini adalah alternatif termudah meskipun resikonya adalah nyawa. (fei).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Feriandi

Avatar

Check Also

Hari Kedua Ops Zebra Musi, 50 Pelanggar Lalu Lintas Ditilang

Baturaja, Detik Sumsel — Hari kedua pelaksanaan Operasi Zebra Musi tahun 2020, Sat Lantas Polres …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda