Gran Fondo
Pertamina MOR 3 melakukan simulasi penanganan bencana di Bengkulu. (istimewa)

Pertamina MOR II Gelar Simulasi Hadapi Bencana  

Palembang, Detik Sumsel – Pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan 8.8 skala Richter yang berjarak 150 Kilometer (Km) sisi barat daya dari pusat Kota Bengkulu dengan kedalaman 10 Km, Pertamina memastikan kondisi sarana dan fasilitas operasional Pertamina tetap aman.

Di Bengkulu, Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel memiliki beberapa sarfas operasional utama yakni Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pulau Baai, dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Fatmawati Soekarno. Untuk LPG, setidaknya terdapat empat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

“Saat ini kami sudah berhasil menghubungi TBBM, DPPU, SPBE, serta pekerja di Bengkulu, sebelumnya listrik dan jaringan komunikasi sempat terputus. Berdasarkan laporan awal, terdapat beberapa kerusakan sarfas, akan kami dalami dulu laporan ini dengan pengecekan di lapangan,” kata General Manager Pertamina MOR II Sumbagsel, Primarini, Selasa (25/6).

Pasca gempa, menurut laporan dari TBBM Pulau Baai terjadi percikan api di Tanki 05 dengan produk Premium akibat adanya ceceran minyak, saat ini api sudah dipadamkan.

Baca Juga :   Ada Masalah Kendaraan di Jalan? Hubungi Call Center 1-500 898

Untuk stok sendiri masih disampaikan dalam keadaan aman, Premium dan Bio Solar 6 hari, dan Pertamax 2 hari. Ceceran dan percikan api ini tidak menimbulkan pencemaran di area operasional TBBM Pulau Baai.

Hanya saja kondisi tersebut bukan kejadian sesungguhnya karena hanya simulasi Pertamina MOR II Sumbagsel dalam menghadapi bencana untuk level 1, diharapkan dengan adanya simulasi ini karyawan Pertamina cepat tanggap jika menghadapi kondisi sebenarnya.

Berdasarkan laporan awal, kerusakan yang terjadi di sarfas Pertamina antara lain dua filling shed tidak dapat beroperasi, tiga  rumah pompa tidak beroperasi, dan juga dermaga di TBBM Pulau Baai sementara tidak dapat digunakan.

Untuk korban, saat ini terdapat tiga korban luka bakar 30-40% pekerja, satu patah tulang dan 3 orang pingsan. Namun, untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Primarini memastikan timnya sudah berkoordinasi untuk melakukan alih suplai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Suplai BBM sementara alternatif suplai dari TBBM Lubuk Linggau, TBBM Lahat, TBBM Jambi, TBBM Panjang, dan TBBM Teluk Kabung, Padang. Untuk Avtur, stok di DPPU Fatmawati Soekarno aman dengan ketahanan mencapai 26 hari, jika butuh suplai tambahan sudah dikoordinasikan dengan TBBM Teluk Kabung. Sedangkan untuk LPG, laporan awal tidak terganggu operasionalnya dengan ketahanan hari untuk PSO 2 hari dan NPSO 5 hari,” imbuhnya.

Baca Juga :   Diminta Bijak Keluarkan Strategi Bisnis dan Layanan Nasabah

Ia menambahkan, Seluruh alternatif suplai yang disampaikan sebelumnya juga sudah disesuaikan dengan aspek safety, seperti personil yang sudah familiar dengan medan Bengkulu dan juga armada yang sesuai dengan ruas jalan yang dilalui.

Selain itu, Pertamina Sumbagsel juga siap menyalurkan dukungan pemulihan di titik-titik pengungsian dengan berkoordinasi pemerintah dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat.

“Kami siap membantu pemulihan Bengkulu, saat ini kami sedang mengkoordinasikan bantuan apa saja yang dibutuhkan termasuk untuk kebutuhan dapur umum di posko pengungsian dan pendirian posko Pertamina,”ungkapnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Maya

Avatar

Check Also

Khusus Guru, AHM Beri Diskon Angsuran Rp 75 ribu Perbulan

Palembang, Detik Sumsel – Memperingati hari guru, Astra Honda Motor Sumsel memberikan apresiasi pada guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *