Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel

Pertama di Luar Jakarta, RSMH Pasang Alat Pacu Jantung Tanpa Kabel

Palembang, Detik Sumsel – Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menjadi RS pertama di luar Jakarta melakukan pemasangan alat pacu jantung permanen tanpa kabel. Pemasangan mikro, alat terkecil di dunia ini dilaksanakan pada hari Jumat (18/1) terhadap pasien bernama Slamet (66), warga Pusri.

Pemasangan alat ini pun tidak melalui bedah torak, melainkan menggunakan kateter lewat pembuluh darah paha kemudian kemudian selongsong pada alat diarahkan langsung menuju jantung. Harga alat ini sendiri bernilai Rp 250 juta.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama RSMH, M Syahril Mansyur SpP MPH saat konferensi pers usai operasi. Sebelumnya pemasangan alat tersebut pertama kali dilaksanakan di RS Harapan Kita Jakarta.

“Alhamdulillah berkat bimbingan dan dukungan dari pihak RS Harapan Kita Jakarta kita pertama di luar Jakarta yang memasang alat ini. Harapannya dapat berlangsung terus, sebagai upaya menanggulangi pelayanan jantung khususnya di wilayah Sumsel,” harapnya.

Baca Juga :   Tuai Pujian PANRB, Yassona Ajukan 520  Satker Predikat WBK WBBM  Seindonesia, Sumsel Kebagian 15 

Di tempat yang sama, Dr Alexander Edo Tondas, SpJP FIHA FICA Koordinator Layanan Cardioserebrovaskuler mengatakan, alat yang berbentuk seperti kapsul vitamin yang memiliki bobot 2 gram ini diindikasikan khusus untuk pasien denyut jantung yang lambat.

“Ketika sudah mendapat tempat yang tepat untuk dipasang, sebelum alat dilepas dari pengendali alat ini dites terlebih dahulu kuat menempel atau tidak dan alat berfungsi dengan baik atau tidak, setelah memang kuat kemudian dilepas,” jelasnya.

Setelah pemasangan, lanjut dia, alat tersebut akan terus dipantau menggunakan alat seperti wirelessnya. “Setiap enam bulan dipantau pakai alat seperti wirelessnya, untuk ketahanan baterai alat ini hingga 12 tahun,” katanya.

Masih kata Edo, proses pemasangan alat ini sendiri tidak memiliki efek samping komplikasi pada pasien, akan tetapi hanya pada saat proses pemasangan alat saja yang harus pada posisi yang tepat, karena kalau cengkraman kurang kuat dia akan jatuh, dan harus diambil lagi.

Baca Juga :   Tok! Raperda APBD Sumsel 2020 Disahkan

“Untuk efek samping tidak ada, hanya resiko infeksi harus diawasi. Dan untuk para juga kita ingatkan beraktifitas jangan terlalu dekat dengan alat elektro magnet, seperti area Sutet maupun penggunaan handphone, jangan terlalu dekat dengan alat tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Agus anak dari Slamet mengatakan, karena mengetahui kondisi sang ayah yang sudah sangat drop, dirinya berkonsultasi dengan dokter Edo dan disarankan untuk pasang alat pacu jantung.

“Setelah disarankan tadinya mau pasang yang pakai kabel, tapi karena bapak ada riwayat diabetes, jadi disarankan pakai alat tersebut. Mengingat harga yang terbilang tidak murah, saya coba browsing tentang alat tersebut, setelah tahu, saya setuju, untuk orang tua apa yang tidak, pasti kita berikan yang terbaik,” pungkasnya. (Bra)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Bara Revolusioner

Avatar

Check Also

Macam-Macam Efek Samping saat Uji Klinis Vaksin Covid-19

Detik Sumsel- Pandemi virus corona hampir menemui titik terang, yaitu dengan ditemukannya vaksin Covid 19. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *