Iklan

Detik
Pemprov
live streaming yang bertema UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar) dan Pemasaran Bahan Olah Karet Rakyat (Bokar)

Pertahankan Eksistensi UPPB, Pasarkan Bokar Bersih

Palembang, Detik Sumsel- Pusat Penelitian Karet menayangkan live streaming yang bertema UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar) dan Pemasaran Bahan Olah Karet Rakyat (Bokar) dengan narasumber Jumirin, yang merupakan inisiator UPPB Maju Bersama di Desa Lalang Sembawa, dan juga sekaligus Ketua Asosiasi UPPB se-Sumatera Selatan.

“UPPB merupakan suatu wadah atau tempat untuk membantu petani dalam memasarkan bokar. Dalam sesi wawancara santai tersebut Jumirin menjelaskan awal mula berdirinya UPPB Maju Bersama yang semula hanya berupa kelompok lelang bokar dengan izin/legalitas setingkat kepala desa pada tahun 2011,” ungkap Jumirin, Ketua Asosiasi UPPB se-Sumatera Selatan.

Dikatakan, pendirian kelompok lelang tersebut didasari oleh keprihatinan Jumirin atas kondisi harga bokar yang rendah di tingkat petani. Kondisi tersebut disebabkan oleh rantai pemasaran bokar yang terlalu Panjang. Bokar yang dihasilkan petani dijual ke tengkulak-tengkulak kecil, lalu dijual ke tengkulak menengah, tengkulak besar, barulah diuplai ke supplier besar.

“Dengan dibentuknya Kelompok Lelang maka dapat memangkas mata rantai pemasaran bokar yang panjang sehingga petani dapat benar-benar menikmati keuntungan dari penjualan bokar,” tuturnya.

“Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor 38/Permentan/OT.140/8/2008, tanggal 12 Agustus 2008 tentang Pedoman Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet , dan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 53/M-DAG/PER/10/2009, tentang Pengawasan Mutu Bahan Olah Komoditi Ekspor StandarIndonesia Rubber, maka Jumirin mendirikan UPPB Maju Bersama yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas dari bokar itu sendiri,” tambahnya.

Namun dalam perkembangannya, berdirinya UPPB Maju Bersama tidak serta-merta membuat petani berkeinginan untuk bergabung menjadi anggota UPPB. Masih banyak petani yang meragukan keuntungan maupun kelebihan yang didapat dengan bergabung menjadi anggota UPPB. Beberapa petani masih berpikir bahwa harga jual bokar ke UPPB tidak jauh berbeda dengan menjual di pasar tradisional atau tengkulak.

Baca Juga :   Kabut Asap Masih Tebal, Kodim 0418 Palembang Gelar Sholat Istisqo Minta Hujan

“Saat ini selisih harga antara UPPB Maju Bersama dengan tengkulak cukup signifikan yaitu Rp3.000,00 hingga Rp4.000,00. Namun, seiring berjalan waktu dengan informasi dari satu petani ke petani lain, petani sudah mulai mengetahui kelebihan yang diperoleh dengan bergabung ke UPPB, karena dalam melaksanakan kegiatannya setiap UPPB akan berpedoman pada SOP dan/atau sesuai kerja sama/kesepakatan dengan petani,” bebernya.

Dalam melaksanakan fungsinya, UPPB Maju Bersama mendapat dukungan dari dinas perkebunan baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi berupa pelatihan dan bimbingan teknis, sarana prasarana sadap seperti alat-alat produksi (mangkok sadap, talang sadap), bahan-bahan pendukung lainnya seperti pupuk dan pembeku lateks, bahkan beberapa UPPB yang teregistrasi di wilayah Kabupaten Banyuasin juga telah disediakan fasilitas berupa kantor administrasi.

“Di wilayah Sumatera Selatan jumlah UPPB belum mencapai target yang diharapkan. Sejauh ini tercatat ±300 UPPB yang berdiri di wilayah Sumatera Selatan, dan di wilayah Kabupaten Banyuasin tercatat sekitar 70-80 UPPB yang berdiri, sedangkan di wilayah Musi Banyuasin UPPB yang berdiri telah mencapai angka di atas 100 UPPB,” terangnya.

“Di Desa Lalang Sembawa, UPPB Maju Bersama melakukan lelang bokar sebanyak satu kali dalam seminggu. Namun untuk tingkat Kecamatan Sembawa pelaksanaan lelang dilaksanakan setiap hari Rabu dan hari Jumat oleh UPPB yang berbeda. Jumirin juga menjelaskan tahapan lelang yang dilaksanakan di UPPB Maju Bersama antara lain penjemputan bokar ke lokasi petani, yang selanjutnya dikumpulkan di lapak lelang, pelaksanaan lelang, lalu pada esok hari dilakukan penimbangan bokar dan transaksi antara petani dan perwakilan supplier (perusahaan) besar,” tambah Jumirin

Saat ini sudah banyak petani yang memilih bergabung menjual bokar ke UPPB karena pelayanan yang baik mulai dari harga jual bokar lebih tinggi, kualitas bokar yang baik (karena tingkat kontaminan yang diperbolehkan di UPPB tidak melebihi 5%, bahkan saat ini kontaminan hanya mencapai 3%).

Baca Juga :   Ibunda Mertua Wagub Sumsel Meninggal Dunia

Total petani karet yang bergabung di UPPB Maju Bersama hingga saat ini sekitar 550 anggota, yang berasal bukan hanya dari Desa Lalang Sembawa, tetapi dari berbagai daerah lain di sekitar Desa Lalang Sembawa, bahkan lintas kecamatan yaitu Kecamatan Talang kelapa dan Kecamatan Banyuasin III.

Sentra perkebunan karet di Sumatera Selatan belum seluruhnya terjangkau oleh UPPB. Wilayah yang telah terjangkau UPPB antara lain Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin, dan di beberapa kabupaten lain namun masih sangat sedikit.
Jumirin juga menghimbau agar seluruh petani karet dapat bergabung ke UPPB karena banyak keuntungan yang bisa didapat oleh petani, karena UPPB menerapkan standar sesuai permentan dan permendag yaitu maksimal kadar kontaminan sebesar 5%.

Bergabung menjadi anggota UPPB pun sangat mudah, tinggal datang ke UPPB, lalu petugas akan membantu petani mengurus keanggotaan. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi yaitu bokar petani harus bersih dari kontaminan (maksimal kontaminan 5%). Jika terdapat anggota yang melanggar ketentuan atau aturan dari UPPB, maka pengurus UPPB tidak akan segan mengeluarkan petani dari keanggotaan, agar kejadian pelanggran tidak terulang.

Dalam mempertahankan eksistensi anggotanya, UPPB Maju Bersama mendirikan Koperasi Simpan Pinjam guna meningkatkan pelayanan kepada anggota. Dengan dibentuknya koperasi tersebut, petani dapat melakukan transaksi simpan pinjam dengan proses yang mudah dan cicilan yang rendah.

Di akhir sesi wawancara Jumirin menyampaikan bahwa untuk terus mempertahankan eksistensi UPPB. “Kita perlu memberikan pembinaan kepada petani untuk memasarkan bokar-bokar yang bersih, sehingga kualitas bokar menjadi baik dan dapat meningkatkan harga bokar, sehingga akhirnya petani karet dapat sejahtera,” tandasnya.(rilis)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Usai Apel Pagi, Perwakilan Personel Polda Sumsel Tes GeNose Covid 19

Palembang, Detik Sumsel — Lebaran idul fitri hari keempat Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *