Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Webinar Nasional “Peluang dan Tantangan Kelembagaan Ekonomi Dalam Mendukung Pembangunan Pedesaan Gambut” yang diselenggarakan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

Permudah Penyaluran Dana Investasi

Palembang, Detik Sumsel- Pandemi covid 19 memukul semua sektor. Memulihkan ekonomi nasional, maka pemerintah menyasar UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia termasuk Sumsel.

Strategi yang dilakukan dengan membentuk koperasi antar UMKM untuk mempermudah pemerintah membantu penyaluran dana investasi tak luput juga para usaha Bumdes di lahan gambut juga ikut berpartisipasi untuk mempermudah akses area lahan gambut melalui digitalisasi UMKM.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Republik Indonesia, Ir Eddy Satriya MA saat webinar Nasional “Peluang dan Tantangan Kelembagaan Ekonomi Dalam Mendukung Pembangunan Pedesaan Gambut”, yang diselenggarakan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

Menurutnya, Dampak terbesar untuk UMKM akibat Covid-19 masih di dominasi oleh Penjualan Permintaan/Pelanggan yang menurun, baik pada bulan Mei
dan Juni disusul oleh Distribusi yang terhambat, Permodalan, Sulitnya bahan Baku dan terakhir Produksi yang terhambat.

Baca Juga :   Berikan Bekal Kepada Mahasiswa Dalam Menghadapi Era 4.0

Kemudian, Permasalahan mengenai Penjualan/Permintaan/Pelanggan dan Distribusi dari Mei ke Juni yang menurun memperlihatkan bahwa ada upaya-upaya baik dari pemerintah maupun dari pihak-pihak lain yang berdampak membantu UMKM dalam hal akses pasar dan rantai pasok.

“Sayangnya iklim usaha yang berangsur membaik dengan terbukanya akses pasar dan perbaikan rantai pasok masih tersandung Produksi yang terhambat sebagai implikasi dari kurangnya permodalan dan Sulitnya Bahan Baku,” ulasnya.

Mendorong itu, lanjut dia, di sektor UMKM pemerintah mengalokasikan dukungan fiskal sebesar 123,46 Triliun bertujuan untuk mendorong sisi supply karena banyak para pelaku UMKM yang terkena dampak Covid19 baik dari hal pembiayaan, berkurangnya permintaan pasar serta distribusi barang terganggu. Kemudian, Koperasi juga menjadi prioritas dengan adanya pembiayaan khusus untuk Koperasi. “Termasuk digitalisasi UMKM,” terangnya.

Baca Juga :   Pertama di Indonesia, Film Siswa SMP Kumbang Bikin Bangga

Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Mohamad Adam, SE, ME melaporkan bahwa Seminar Nasional ini telah diikuti oleh 1.329 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yang tersebar dari aceh sampai dengan papua, yang berasal dari Akademisi, Pemerhati Lingkungan Hidup, Mahasiswa, BUMN, Perusahaan Swasta, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peneliti.

Seminar nasional ini memberikan fokus pada penggiat perdesaan untuk menuju Indonesia maju dan unggul dan diselenggarakan dalam rangka untuk melihat peluang dan tantangan UMKM, Koperasi dan Bumdes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa lahan gambut, mengkaji pendekatan-pendekatan pengelolaan serta kolaborasi dan kemitraan lembaga ekonomi dan keterlibatan masyarakat desa, mempromosikan konsep Program Desa Peduli Gambut dan pengelolaan sumberdaya alam secara demokratis dan berkelanjutan serta merumuskan arah dan kebijakan nasional terkait penguatan kelembagaan ekonomi desa. (Tet)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Deby

Avatar

Check Also

Deru Yakin Bakal Ada ‘Habibie’ dari Sumsel

Martapura, Detik Sumsel – Gubernur Sumsel, Herman Deru melaunching Booster Signal Karya SMK se-sumatera di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda