Iklan
Pemprov

Permintaan Semen di Sumbangsel Capai 22%, Lebih Tinggi di Banding Nasional, Hanya 2,2%

Palembang, Detik Sumsel – Ditengah kondisi era new normal, industri semen nasional justru mengalami pertumbuhan yang optimal denhan mencatat kenaikan demand semen nasional pada triwulan pertama 2021 tumbuh sebesar 2,2% yoy.

Angka ini jauh membaik bila dibandingkan kondisi triwulan pertama ditahu 2020 lalu, yang terkontramsi sebesad -6,8% dampak dari pandemo covod-19.

Kondisi yang sama juga terjadi pada PT Semen Baturaja (Persero) Tbk yanv juga mengalami pertumbuhan. Sebagai salah satu badan usaha milim negara (BUMN) di industri semen yang beroperasi di wilayah Sumatera Bagian Selatan berhasil meningkatkan volume penjualan Q1/2021 sebesar 22% menjadi 452.931 ton.

Direktur Pemasaran PT Semen Baturaja (Persero) Tbk , Mukhamad Saifudin mengatakan, tumbuhnya volume penjualan ini jauh melebihi pertumbuhan demand Nasional yang hanya tumbuh sebesar 2,2% dan demand Sumbagsel tumbuh sebesar 20%.

Dikatakanya, capaian kinerja pada triwulan pertama 2021 ini sangat baik dan menjadi pemicu bagi manajemen untuk terus meningkatkan kinerja perseroan menjadi lebih baik.

Perseroan mencatatkan pendapatan pada Q1/2021 meningkat sebesar 20% yoy dengan perolehan Rp 394 M. Melalui inisiatif strategis yang telah dilakukan oleh PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mampu mencetak laba bersih pada Q1/2021 sebesar Rp 17,9 Miliar berbanding terbalik dengan kinerja Q1/2020.

Baca Juga :   Diantar Keluarga, Eksekutor Pelaku Perampokan Toko Emas Sungai Lilin Serahkan Diri

‘’Kami masih terapkan beberapa inisiatif strategi yang efektif dan efisien untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan. Harus optimis jika tahun 2021 ini akan dilalui dengan kinerja positif lebih dari tahun sebelumnya.’’ ujar Mukhamad.

Dia menambahkan, berbagai strategi dilakukan Perseroan guna meningkatkan kinerja antara lain seperti kebijakan kualitas produk yang menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, kebijakan kontinuitas suplai seperti kesiapan armada angkutan hingga buffer stok di wilayah-wilayah penjualan strategis dan penjualan produk turunan seperti white clay, semen mortar, beton porous, dan lainnya.

Pihaknya juga tidak lupa menyiapkan dukungan bagi para pelaku usaha Ready Mix Concrete (RMC) pada segmentasi project dengan menyediakan dukungan lab beton, pendampingan job mix formula hingga peminjaman fasilitas silo mini ke batching plant untuk mendukung kecepatan dan ketepatan waktu pengerjaan proyek dimana umumnya pengerjaan proyek selalu dituntut untuk selesai pada tepat waktu.

Selain kinerja penjualan semen yang tumbuh sangat baik, penjualan white clay yang merupakan salah satu produk milik perusahaa pun tumbuh sebesar 67% pada Triwulan pertama tahun 2021.

Perseroan saat ini juga sedang menjajaki pembeli potensial untuk produk white clay dari SMBR.

Baca Juga :   TK Angkasa Lanud SMH Adu Kreatifitas Lomba Mewarnai Kedirgantaraan

‘Kami juga sedang melakukan kesepakatan dengan potensial buyer lainnya untuk dapat memenuhi kebutuhan white clay di perusahaan mereka,’’ tambahnya.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) saat ini sedang menjaki atau dalam proses pengembangan potential market ataupun pembeli potensial yang diluar traditional market, untuk itu perseroan menyiapkan layanan penjualan melalui platform digital.

Dia menambahkan , bagi masyarakat di Sumbagsel yang ingin melakukan transaksi pembelian semen secara mudah pada platform Tokopedia. Perseroan berharap melalui layanan online ini mampu mengakomodir kebutuhan dan gaya belanja masyarakat yang telah beralih ke transaksi digital.

‘’Manajemen berharap dengan adanya layanan ini dapat lebih mendekatkan kami dengan para pelanggan melalui interaksi virtual secara langsung pada Official Store (Toko Resmi) di Tokopedia,’’ imbuhnya.

Layanan penjualan online melalui aplikasi Tokopedia ini merupakan langkah pertama bagi SMBR untuk digitalisasi penjualan. Lebih lanjut, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk sedang menyiapkan suatu platform marketplace bahan bangunan tersendiri dengan fitur yang lebih lengkap dan terintegrasi.

‘’Kami sendiri menargetkan platform tersebut dapat rampung dan komersial pada triwulan IV tahun 2021,” tutupnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Haruskan Presiden Jokowi 3 Periode?

Wacana presiden 3 periode hingga kini masih menjadi buah bibir di masyarakat. Alumni FSH UIN …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *