Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Liputan Khusus Perlu Studi Kelayakan dan Rekondisi Ulang

Perlu Studi Kelayakan dan Rekondisi Ulang

Tanggal : Pukul :
463
0
Pengamat Transportasi Palembang, Syaidina Ali

Lipsus, Detik Sumsel- Pengamat Transportasi Palembang, Syaidina Ali menilai pihak Pemerintah Kota Palembang khususnya perlu melakukan studi kelayakan dan rekondisi ulang terhadap keberadaan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) pasca pembangunan LRT Palembang.

“Artinya satu ruas jalan sudah cukup padat dilalui oleh kendaraan sehingga membahayakan untuk penyeberang jalan, artinya jalan itu naik kiri kanan aktivitas tinggi, disamping LHR tinggi, aktivitas ekonomi dan aktivitas perdagangan tinggi, ini perlu study kelayakaan dan rekondisi lagi, dimana daerah penyeberangan yang kira menimbulkan bahaya bagi penyeberang jalan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan JPO di Palembang terkadang tidak memprioritaskan kebutuhan masyarakat, untuk membangun JPO perlu melibatkan pihak swasta dan pihak yang paham dalam menentukan kebutuhan JPO.

Baca Juga :   Bakal Dihadapkan Soal Pilihan Ganda dan Uraian

“Hasil studi kelayakan menentukan titik lokasi yang mau dibangun Pemerintah itu dilaksanakan, tapi ini tidak seperti itukan, makanya ke depan menentukan titik titik JPO, seperti apa JPO nya maka perlu desain khusus dan study kelayakaan,” papar mantan Kepala Dinas Perhubungan kota Palembang ini.

Lanjutnya, JPO harus disesuaikan dengan kondisi ruas jalan atau lokasi JPO “Nah, ini perlu rekayasa lalu lintas lagi secara keseluruhan, jadi penataan sistem transportasi di kota Palembang sudah perlu di revisi ulang lagi menyesuaikan kondisi LRT yang ada, LRT harus dikoneksikan antara JPO, halte dan parkir, terpikir tidak ketika hujan banyak yang berteduh di sepanjang Jalan dilalui LRT,” terangnya.

Baca Juga :   Pulang Kunker Gubernur Sumsel Makan di Warung Kaki Lima

Dikatakan Syaidina Ali, idealnya di setiap Station LRT harus ada JPO, tetapi hingga saat ini belum dibangun JPO sepanjang jalan LRT. “Sudah penting, sudah sangat dibutuhkan JPO di setiap LRT, misalnya orang mau nyeberang turun Stasiun depan SMKN 2, dia mau nyeberang pakai apa, maka perlu JPO karena lalu lintas di sana sudah semberawut,” pungkasnya. (fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here