Iklan

Detik
Pemprov
Kasi B3 Dinas Lingkungam Hidup Lahat, M Khairul. Foto Heru/DS.

Perkuat Aturan Pengelolaan Persampahan

Lahat, Detik Sumsel — Pengelolaan persampahan yang jadi salah satu poin usulan menjadi Raperda, pada sidang paripurna di DPRD Kabupaten Lahat Senin (10/9) lalu, rupanya bukan tanpa alasan. Rencana itu diusulkan guna menguatkan lagi aturan terkait pengelolaan sampah di Kabupaten Lahat, sehingga Lahat kian bercahaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat, Agus Salman, melalui Sekretaris DLH Lahat, H Dodi Alfiansyah Nasoha ST MSi mengatakan, untuk tercapainya pengelolaan sampah dengan baik, memang dibutuhkan aturan khusus sesuai kondisi daerah masing-masing.

“Memang tidak cukup kalau hanya berdasarkan undang-undang saja. Jadi kalau ada Perda, aturan bisa disesuaikan kondisi daerah, bisa diadakan larangan hingga pemberian sanksi,” kata Dodi, Selasa (6/10).

Baca Juga :   Layanan Call Center dan Hallo Palembang Berikan Informasi Terkait Covid-19

Sementara, Kasi Limbah B3, M Khairul menjelaskan, aturan yang digunakan dalam pengelolaan sampah saat ini meliputi Perda No 1 tahun 2010, tentang penyelenggaraan kebersihan, ketertiban dan keindahan kota. Hanya saja materinya masih kurang spesifik, mengenai pengolaaan sampah yang timbul oleh perusahaan, dan bencana.

“Posisi saat ini, yang dijalankan berdasarkan turunan UU No 18 tahun 2008. Juga Perpres 97 tahun 2017, tentang kebijakan dan strategi nasional, hanya pengelolaan sampah rumah tangga, dan sampah sejenis sampah rumah tangga,” jelas Khairul.

Baca Juga :   Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Polres Pagaralam Gandeng Kaum Millenial

Lanjut Khairul, sedangkan dalam PP 27 tahun 2020, menuliskan tentang pengelolaan sampah spesifik, meliputi sampah dari bencana, bongkaran bangunan, sampah mengandung B3 dan mengndung limbah b3, sampah secara teknologi belum bisa diolah, dan sampah yang timbul secara periodik (sampah rumah tangga).

“Mangkanya Perbup baru tentang pengelolaan persampahan ini dipandang perlu. Contohnya, nanti bagi developer yang mau bangun perumahan, wajib menyediakan lahan pembuangan sampah. Kalau sekarang itu tidak ada aturannya, jadi sampah bertumpuk pada bukan tempatnya,” ujarnya. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Fauzi

Avatar

Check Also

Maksimalkan Layanan Kesehatan RSUD, Bupati OKI Resmikan Unit Hemodialisis

Kayuagung, Detik Sumsel-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *