Iklan Iklan
Pemprov
Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro SIK MSi saat mengikuti FGD dewan masjid Indonesia Sumsel di hotel Harper's

Peran Ulama Dalam Memberantas Intoleran dan Paham Radikal

Palembang, Detik Sumsel – Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumsel menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom hotel Harper Dinasty Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning Palembang Selasa (23/3/2021).

Dalam FGD ini mengambil tema ” Sinergi Mewujudkan Kehidupan Berbangsa-Bernegara yang Harmoni dan Toleran “.
Dengan menghadirkan Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro SIK MSi, Dr H KN Sofyan Hasan SH MH ketua Program Studi S3 Doktor Ilmu Hukum FH UNSRI yang juga mantan Dekan FH Unsri Mantan Rekor Universitas Taman Siswa Palembang Ustad Dr H KA Bukori Abdullah, M.Hum dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang penceramah, Ketua PW DMI Sumsel.

Baca Juga :   Gelapkan Mobil Rental, ASN Dinsos Pagaralam Ini Harus Masuk Sel

Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro SIK MSi mengatakan permasalahan intoleran, radikalisme termasuk terorisme masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia. Untuk memberantas hal ini Polri membutuhkan dukungan semua pihak termasuk dari Dewan Masjid Indonesia (DMI).

“Alhamdulillah hari ini Polda Sumsel sangat  senang hati bisa berkolaborasi dengan ulama yang tergabung dalam DMI untuk bisa mempertemukann pandangan dari aspek penegak hukum Polri. Karena polri sangat membutuhkan bantuan para ulama dalam  mensyiarkan aqidah Islam yang rahmatan lilalamin yang membawa kedamaian bagi alam semesta,”katanya.

Dikatakan Ratno, kepada masyarakat yang belajar atau pun yang sedang memperdalam ilmu agama islam hendaknya untuk belajar ustadz moderat agar tidak terjebak dalam pengaruh intoleran, radikalisme ataupun terorisme yang bisa merusak bhinneka tunggal Ika.

Baca Juga :   Bertentangan dengan Undang-Undang Pelayanan Publik

Sementara itu, Ustad Dr. H. K.A.Bukori Abdullah, M.Hum Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, menghimbau kepada seluruh pimpinan DMI di Sumsel bisa memahami kondisi realita yang sedang berkembang saat. Dan bisa mengajarkan Islam yang kafah artinya Islam yang rahmatan lilalamin.

“Dalam menyampaikan dakwah nya diharapkan bisa menyampaikan Islam yang kafah agar umat bisa tercerahkan tanpa adanya dakwah yang intoleran dan paham radikal,”katanya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Danrem Gapo Minta Perusahaan Perkebunan di Sumsel Contoh PT Sinar Mas dalam Penanganan Karhutla

Palembang, Detik Sumsel — Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Agus Jauhari Suraji S.I.P.,S.Sos selaku Komandan Operasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *