Iklan

Detik
Pemprov

PERADI Pergerakan Palembang terkait “Penangkapan rekan sejawat Advokat H. Munarman, SH oleh Densus 88 Anti Terror”

H. Munarman, SH sebagai Advokat yang saat ini sedang menjalankan profesinya sebagai penasihat hukum Imam Besar Habib Rizieq Syihab yang perkaranya saat ini dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Jakarta timur.


Penangkapan terhadap Advokat H. Munarman, SH oleh Densus 88 Anti Teror kami duga ada kaitannya dengan kegiatan pendampingan hukum advokat H. Munarman, SH kepada Habib Rizieq Shihab. Hal tersebut terindikasi dugaan tindak pidana yang terjadi pada tahun 2014 – 2015.

” Lalu kenapa baru sekarang perkara tersebut di proses?”

Penangkapan oleh Densus 88 terkesan politis dan dipaksakan, sehingga Advokat H. Munarman, SH tidak dapat lagi melaksanakan tugasnya sebagai Penasihat Hukum Habib Rizieq Shihab di Pengadilan.”

Selain itu, upaya paksa penangkapan, maka tidak boleh ia berdasarkan pada selera arogansi penguasa apalagi bersikap sewenang-wenang, sebab prinsip negara hukum, apapun tindakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum haruslah dilaksanakan dengan merujuk pada aturan hukum yang berlaku.
Apalagi dugaan ini spesifik terkait tindak pidana terorisme, maka terhadap pelaksanaan penangkapan terhadap orang yang diduga pelaku, haruslah dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia.

Baca Juga :   Danau Rantau Kumpai Ditambah Kolam Pemancingan

Setiap penangkapan apapun kasusnya termasuk jika itu tuduhan terkait terorisme harus menghormati nilai-nilai hak asasi manusia,” Terlebih dalam hal penangkapan terhadap H. Munarman, SH yang berprofesi sebagai Advokat yang saat ini tercatat sebagai penasihat hukum Habib Rizieq Syihab yang sedang dalam proses sidang.

Alih-alih berdalih pelaku tindak pidana terorisme, Densus 88 malah secara terang-terangan telah memperlihatkan tindakan penangkapan yang tidak menghargai HAM ketika menangkap Sdr. Munarman di rumahnya, secara paksa membawa secara kasar, tidak membolehkan memakai alas kaki, sampai dengan menutup mata dengan kain hitam. Hal demikian kami anggap berlebihan. Lagipula tuduhan terlibat terorisme tidak bisa dijadikan alasan untuk sewenang-wenang dan untuk melanggar HAM orang yang baru diduga pelaku dengan dan/atau atas nama Terorisme. Terlebih Sdr. Munarman tidak terlihat ada perlawanan atau membahayakan petugas/aparat. Dalam tindakan demikian tidak ada urgensinya. Hormatilah HAM advokat H. Munarman, SH apapun tuduhan atau dugaan perbuatan pidananya. Setiap penangkapan apapun kasusnya termasuk jika itu tuduhan terkait terorisme harus menghormati nilai-nilai hak asasi manusia.

Baca Juga :   Petugas Gabungan Mulai Tarik Aset Daerah di Mantan Pejabat Ogan Ilir

Selain itu, proses penyidikan dan tindakan paksa yang dilakukan tidak dibarengi pula dengan pemberian hak-hak kepada tersangka dan keluarganya. Harusnya tersangka dan keluarganya diberi hak untuk mendapatkan informasi, serta hak didampingi Penasihat Hukum.

Demikian disampaikan, dan dalam waktu singkat segera mengirim opini dari solidaritas ini langsung ke Presiden RI dan Kapolri di Jakarta.

(Palembang, 6/5/2021)

Solidaritas Advokat PERADI Pergerakan Palembang:

1. CA EL Mangku Anom
2. Ricky MZ
3. R Faisal Ismed
4. Rozi Zaini
5. Martadinata
6. Agus Salim
7. Rieky H
8. Soehendra T
9. M. Padli
10. Zaly Zainal
11. Andi Hermawan
12. Tezzi J
13. Syarief F
14. Adis Oktaviani
15. Popy
16. Dwi Octara
17. Mirantyni
18. Tryas Noor
19. Jimmy
20. M. Tohir
21. Rizal
22. Jon Kenedi
23. Arie Yusanda
24. Aries Ravivan
25. Diki Zulkarnain
26. Bayu
27. Rindi Felani
28. Winda Valdya
29. Heriansyah
30. Sumarkos
31. Deo Putra Fajar
32.. Supendi

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Usai Apel Pagi, Perwakilan Personel Polda Sumsel Tes GeNose Covid 19

Palembang, Detik Sumsel — Lebaran idul fitri hari keempat Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *