Iklan
Pemprov
Tersangka DR saat dihadirkan pres rilis tersangka dan barang bukti di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel

Penjual Kosmetik Ilegal Diamankan, Ribuan Butir Obat Gemuk dan Pengurus Badan Disita

Palembang, Detik Sumsel — Subdit Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel menangkap seorang perempuan muda berinisial DR (21) warga kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang dalam kasus penjualan kosmetik dan obat-obatan tanpa izin edar.

Dihadapan polisi karyawan di salah satu perusahaan swasta di Palembang itu mengaku sudah dua tahun menjual belikan kosmetik dan obat penggemuk dan menguruskan badan.

Dalam memasarkan produknya, DR memanfaatkan situs belanja online yang terkemuka. Begitu juga produk yang dipasarkan nya dibeli melalui online.

“Selama ini aman-aman saja, tidak ada yang komplain,” kata DR saat dihadirkan dalam rilis tersangka yang digelar Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga :   Bentrok Perebutan Lahan, Tiga Warga Pematang Panggang OKI Tewas

Keuntungan dari jual kosmetik tersebut digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya cuma mau cari uang,” katanya singkat seraya tertunduk.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Anton Setiyawan mengatakan, dari tangan DR diamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya 24.180 ribu butir obat gemuk yang disimpan dalam 403 botol kecil dengan masing-masing isi 60 butir.

Ada juga 120 butir obat kurus yang disimpan dalam 4 botol kecil dengan masing-masing isi 30 butir serta satu handphone yang digunakan tersangka untuk memasarkan produk ilegalnya.

“Ada juga 15 pot cream paten malam, 2 pot cream paten siang dan sejumlah barang bukti lainnya yang kita amankan,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersangka terancam dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 196 JO pasal 98 ayat (2) dan (3) undang-undang nomor 36
tahun 2009 tentang kesehatan.

Baca Juga :   Panca Wijaya Sambangi Rumah Roboh Akibat Puting Beliung

Pasal 197 ayat (1) JO pasal 106 ayat (1) dan ayat (2) tentang undang-undang RI no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja

Dilapasi dengan Pasal 62 ayat 1 JO pasal 8 ayat 1 huruf D dan atau huruf I UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Jadi pada saat menjual, tersangka ini tidak mengetahui apa saja bahaya barang yang ia jual. Apakah ada merkuri atau apa, yang akhirnya dapat merugikan konsumen,” ujar Anton.

“Atas perbuatannya tersangka terancam menjalani hukuman paling lama 15 tahun dan denda Rp.1,5 miliar,”tandasnya.(oji).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Kurir COD Tidak Bertangung Jawab Atas Isi Kiriman

Palembang, Detik Sumsel – Banyaknya konsumen yang melakukan kekerasan terhadap kurir pengiriman barang Cash Operational …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *