Pemprov
Kondisi Pasar PTM II yang telah selesai pembangunannya dan akan segera difungsikan. (Ichal/detiksumsel)
Kondisi Pasar PTM II yang telah selesai pembangunannya dan akan segera difungsikan. (Ichal/detiksumsel)

Pengundian Kios dan Lapak PTM II Dilakukan Empat Tahapan

Prabumulih, Detik Sumsel – Berbagai persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Prabumulih untuk mengoperasikan Pasar Tradisional Modern (PTM) II. Untuk pembagian kios dan lapak sendiri akan dilakukan dengan sistem pengundian.

Kepala UPTD Pengelola Pasar, Taufik Hidayah SH saat dikonfirmasi mengatakan, pengundian kios dan lapak akan dilakukan dalam empat tahapan. Pengundian dilakukan berdasarkan jenis kelompok usaha dagangan yang disesuaikan oleh panitia.

“Pembentukan panitia sudah dilakukan yang diketuai oleh Sekda. Begitu juga kesiapan bangunan pasar yang telah lama selesai dikerjakan. Tinggal mensinkronkan data jumlah pedagang serta jenis usaha bagi para pedagang yang akan menempati PTM,” ujar Taufik kepada Detik Sumsel, Selasa (02/10).

Baca Juga :   Ini Alasan Harno-Fitri Dicintai Masyarakat Palembang

Taufik menuturkan, penataan kelompok pedagang dilakukan agar pedagang tidak campur aduk. Sehingga penataan pedagang lebih teratur dan rapi. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

“Untuk lantai dasar akan ditempati oleh pedagang basah seperti pedagang ayam, ikan, daging, sayuran dan sembako. Lantai satu untuk pedagang pakaian, sepatu, tas dan elektronik. Sedangkan lantai dua untuk tukang jahit, makanan, pedagang emas dan perak serta kemasan,” bebernya seraya mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan pembersihan gedung pasar.

Terpisah, Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH menyebutkan, pembagian pasar akan diutamakan bagi pedagang yang telah memiliki SK. Untuk itu, dirinya meminta agar panitia benar-benar menyeleksi seluruh pedagang.

Baca Juga :   Berdayakan Petani Sawit Melalui Hilirisasi Energi Sawit

“Jangan sampai terjadi kericuhan saat pengundian nanti. Yang punya SK harus didahulukan. Kemudian barulah pedagang kaki lima yang ada di Jalan Sudirman maupun Jalan Andalas,” imbuhnya.

Masih kata Fikri, sistem pengundian dilakukan agar tidak ada pedagang yang merasa dirugikan maupun diuntungkan. Apapun hasil undian yang didapat harus diterima.

“Tidak ada yang dibedakan, hanya jenis kelompok dagang saja yang membedakannya. Penempatannya sudah disesuaikan dengan jenis usaha dagang. Karena tujuan kita adalah untuk menata pasar agar lebih rapi dan nyaman,” tandasnya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Erizal Wandi

Avatar

Check Also

IBA MMA OKU Lakukan Penjaringan Atlet

Baturaja, Detik Sumsel — Indonesia Beladiri Amatir Mixed Martial Art (IBA MMA) di Kabupaten Ogan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *