Gran Fondo
Foto: Net

Pengobatan Efektif untuk Kanker Darah

Jakarta, Detik Sumsel- Transplantasi sumsum tulang belakang, yang dikenal juga dengan transplantasi sel punca (stem cell) alogenik, adalah salah satu perawatan yang paling efektif untuk mengobati kanker darah.

Sel sumsum tulang belakang yang sehat akan diambil dari donor, dan kemudian ditanamkan pada pasien kanker darah.

“Berlawanan dengan mitos yang beredar, pasien bisa mendapatkan sel punca dari donor yang tidak memiliki hubungan darah, atau bahkan mendapatkan sel punca hematopoetik (haemotopoietic stem cells/HSC) dari stok darah tali pusat yang tersimpan di bank darah tali pusat,” kata Dr. Lim ZiYi, yang membantu mengembangkan salah satu pusat transplantasi sel punca hematopoietik alogenik terbesar di Eropa.

Baca Juga :   Mengkhawatirkan, Satu dari Tiga Anak di Indonesia Menderita Stunting

Proses donasi sumsum tulang belakang merupakan prosedur bedah yang menempatkan donor di bawah kondisi bius total, dan biasanya hanya membutuhkan waktu satu hari.
“Beberapa donor mungkin mengalami rasa sakit atau kelelahan sebagai efek samping dari proses pemberian obat/terapi beberapa hari sebelum operasi, yang berfungsi mendorong produksi sel darah mereka,” tambahnya.

Namun, masih menurutnya, kebanyakan donor merasa baik-baik saja setelah proses donasi sumsum tulang belakang dilakukan.”Transplantasi sel punca adalah sebuah terapi medis yang rumit dan mutakhir, serta telah menjadi opsi perawatan krusial yang kami tawarkan pada para pasien di PCC Haematology and Stem Cell Transplant Centre,” ujarnya.

Baca Juga :   RSPP Gelar Seminar Tersertifikasi IDI, IPNI, dan IBI

Kini, pihaknya menangani rata-rata 50 kasus tiap tahun, termasuk kasus transplantasi dengan donor dari diri sendiri (autologous) maupun transplantasi alogenik yang lebih rumit.(net)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Deby

Avatar

Check Also

Update COVID-19 Muba: Nihil Penambahan Kasus

Sekayu, Detik Sumsel – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (29/11) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *