Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Edarkan 50 butir Ekstasi, Pria ini Dihukum Separuh dari Maksimal

Edarkan 50 butir Ekstasi, Pria ini Dihukum Separuh dari Maksimal

Tanggal : Pukul :
321
0
Alex Chandra Terdakwa Narkotika saat menjalani sidang di PN Klas 1A khusus Palembang, F: Poetra/Detik Sumsel
Alex Chandra Terdakwa Narkotika saat menjalani sidang di PN Klas 1A khusus Palembang, F: Poetra/Detik Sumsel

Palembang, Detik Sumsel, – Ditengah kondisi Indonesia yang darurat narkoba, hakim PN Klas 1A khusus Palembang memvonis Alex Chandra alias Alex bin Muslimin terdakwa kasus kepemilikan 50 butir ekstasi yang diakui siap edar atau untuk di jual lagi, hanya dengan pidana penjara separuh dari maksimal yakni 10 tahun

Vonis yang dijatuhi majelis hakim diketuai Popop SH MH itu sedikit lebih ringan dari tuntutan JPU Imam Murtadlo SH MH dari Kejati Sumsel yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun subsider 1 milyar atau 1 tahun penjara.Terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 berbunyi dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman lebih dari 5 gram pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 8 miliar rupiah ditambah 1/3.”Terdakwa juga tidak mengindahkan program pemerintah tentang pemberantasan narkotika,” Jelas Majelis hakim.

Atas vonis tersebut, Terdakwa dengan didampingi penasehat hukumnya advokad Desmon SH menyatakan menerima hukuman tersebut,”Kami terima majelis,” jelas Desmon yang juga di lanjutkan dengan hal yang sama oleh JPU.

Diketahui, Berawal pada saat terdakwa pada hari Senin tangggal 16 Juli 2018 sekira pukul 20.00 wib menghubungi saudara Lai (DPO) melalui handphone memesan pil ekstasi sebanyak 50 (lima puluh) butir setelah sepakat dengan harga seluruhnya sebesar Rp 9.750.000 (sembilan juta tujuh ratus ribu rupiah) Terdakwa menanyakan kepada Lai (DPO) apa merk dari narkotika jenis Pil Ekstasi tersebut dijawab “ Logo OMEGA warno cream”.

Kemudian sekira pukul 21.00 WIB Terdakwa diperintahkan untuk menuju ke arah Kawasan Jembatan Musi Dua (dibawah jembatan) untuk mengambil narkotika jenis ekstasi tersebut, sesampai disana dihubungi kembali oleh saudara Lai (DPO) untuk menunggu orang yang akan mengantarkan narkotika jenis ekstasi yang terdakwa pesan, tidak berapa lama kemudian datanglah 2 (dua) orang berboncengan menggunakan R2motor vixion berwarna merah menghampiri Terdakwa dengan bertanya “Alex” bukan, Terdakwa jawab “yo aku Alex” dan turunlah seorang laki-laki yang dibonceng langsung memberikan satu amplop berisi 2 (dua) kantong plastik klip bening  yang pada saat Terdakwa lihat benar Pil ekstasi tersebut berwarna cream berlogo Omega tetapi isinya tidak Terdakwa hitung , dan Terdakwa pun langsung memberikan uang sejumlah  Rp 9.750.000 (sembilan juta tujuh ratus ribu rupiah) yang di sepakati tadi ke orang tersebut dengan secara tanpa hak atau melawan hukum terdakwa kemudian membeli narkotika jenis ekstasi tersebut padahal terdakwa dalam membeli narkotika jenis sabu tersebut tidak ada hubungannya dengan pekerjaan terdakwa, yang bukan sebagai pabrik obat tertentu dan/atau pedagang besar farmasi tertentu atau kepada lembaga ilmu pengetahuan tertentu atau untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan terdakwa juga tidak memiliki izin khusus penyaluran dari Menteri Kesehatan R.I atau penjabat yang berwenang.

Bahwa menurut terdakwa narkotika jenis ekstasi tersebutrencananya akan terdakwa jual kembali ke pembeli dengan harga perbutir Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) dengan keuntungan sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah), kemudian sekira pukul 04.30 wib hari Rabu tanggal 18 Juli 2018 ketika terdakwa pulang kerumah di Jl.Kartowinangun Perumahan Griya Hasanah Blok B.No 14 Kel.Talang Betutu Kec.Sukarame Kota Palembang, terdakwa menyimpan narkotika jenis ekstasi tersebut kedalam sebuah wadah plastik berwarna biru muda berbentuk bulat merk GATSBY dan menggali tanah serta menyembunyikan nya didalam tanah dekat dinding sebelah belakang rumah terdakwa, selanjutnya pada hari rabu tanggal 18 Juli 2018 sekira pukul 10.00 wib terdakwa didatangi oleh Anggota Polisi Mapolda Sumsel.

Kemudian terdakwa oleh polisi ditanya ”siapo namo kau” terdakwa jawab ”ALEX”,  Terdakwa pun langsung diamankan dan pada saat yang sama dilakukanlah penggeledahan badan dan tempat / rumah oleh petugas ,tetapi tidak ditemukan barang bukti narkotika. Kemudian ditanyakan oleh petugas “dimano kau simpen” Terdakwa langsung menjawab “ado pak dibelakang rumah”, Terdakwa pun langsung menunjukkan letak barang bukti yang Terdakwa simpan tadi malam dengan cara Terdakwa menggali sendiri tanah tempat menyimpan barang bukti narkotika tersebut, Selanjutnya terdakwa bersama barang bukti tersebut di bawa kekantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan.(vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here