Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Kriminal Penganiyaya Siswa SMA Taruna Dibui 7 Tahun, Penasehat Hukum, :  ” Kecewa,...

Penganiyaya Siswa SMA Taruna Dibui 7 Tahun, Penasehat Hukum, :  ” Kecewa, Kami Banding “

Tanggal : Pukul :
361
0
Obby Frisman Arkataku (24) terdakwa kasus penganiayaan yang menyebabkan DBJ (14) siswa SMA Taruna Plus Indonesia tewas saat mendengarkan vonis di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang
Obby Frisman Arkataku (24) terdakwa kasus penganiayaan yang menyebabkan DBJ (14) siswa SMA Taruna Plus Indonesia tewas saat mendengarkan vonis di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang

Palembang, Detik Sumsel, – Obby Frisman Artakatu (25) terdakwa kasus penganiayaan siswa SMA Taruna Indonesia Palembang hingga menyebabkan korban meninggal dunia hanya dapat tertunduk lesu usai divonis 7 tahun penjara dan denda Rp1 Miliar, pada sidang di PN Klas 1A khusus Palembang, Rabu (26/2)

” Mengadili dan memutuskan terdakwa, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 (c) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, menjatuhkan terdakwa dengan pidana selama 7 tahun dan denda Rp1 Miliar subsider 6 bulan,” tegas ketua majelis hakim Abu Hanifah SH MH saat membacakan putusan.

Baca Juga :   Jasad MR X dengan Tangan Terikat Tali di OI Diduga Korban Pembunuhan

Putusan tersebut sedikit lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Palembang, Indah Kumala Dewi SH yang meminta terdakwa dijatuhi pidana 8 tahun dan denda Rp1 Miliar.

Majelis hakim menyebut Hal-hal yang memberatkan bahwa terdakwa tidak mengakui perbuatanya dan perbuatanya telah menghilangkan nyawa seseorang, sedangkan hal yang meringankan bahwa terdakwa masih muda dan bisa diperbaiki.

Atas putusan tersebut terdakwa melalui kuasa hukumnya, advokad Suwito Winoto SH MH menyatakan pikir-pikir untuk banding atau tidak.

” Kami sangat kecewa karena keputusan ini tidak manusiawi dan tidak sesuai fakta persidangan, padahal persidangan sebelumnya saksi-saksi sudah mengatakan bahwa terdakwa tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan, maka kami akan banding,” kata advokad Suwoto Winoto usai persidangan.

Baca Juga :   Dituntut Penjara 12 Tahun, Bos PT GI Dilepas PN Palembang 

Sebelumnya di dalam dakwaan disebutkan terdakwa Obby melakukan tindak kekerasan pada 13 Juli 2019 pada peserta Masa Dasar Bimbingan Fisik dan Mental (Madabintal) usai mengajak peserta berjalan sejauh 13 kilometer.

Sementara salah seorang anggota keluarga korban, Rio Permata, mengatakan pasrah dengan putusan majelis hakim atas terdakwa Obby sebab dari keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Delwyn,” Apapun Putusan hakim tidak akan mengembalikan Delwyn kembali,” ujar Rio ditemui usai persidangan.(vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here