Pemprov

Pengamat: Rehab Mess Muba, Kalau Tidak Urgent Harus Dibatasi

Palembang, Detik Sumsel- Anggaran fantastis mencapai Rp1,2 Miliar lebih yang dikucurkan Pemkab Muba melalui Bagian Umum dan Perlengkapan guna melakukan Rehabilitasi Gedung Kantor dan Interior Mess Muba Palembang yang berada di kawasan Jalan Inspektur Marzuki Nomor 01, 20 Ilir D. IV, Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang ditanggapi beragam oleh berbagai pihak.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Andries Lionardo SIP MSi menilai, di tengah pandemi COVID-19 saat ini Pemerintah Daerah harus selektif dalam mengalokasikan anggaran.

“Kalau rehab tidak urgent atau darurat lebih baik dibatasi, apalagi saat ini masyarakat banyak kebutuhan yang sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, meski Pemerintah tidak boleh mengabaikam pembangunan di sektor lain di tengah wabah COVID-19 ini namun juga pengalokasian pembangunan harus tepat dan berpihak kepada masyarakat.

“Ya, lebih berguna dan bermanfaat misalnya memperbaiki jembatan atau jalan rusak hingga perbaikan gedung pelayanan publik yang rusak parah,” terangnya.

Baca Juga :   Repdem Siap Kawal Suksesi Internal PDI Perjuangan

Dosen FISIP Unsri ini menambahkan, prinsipnya alokasi anggaran Pemerintah Daerah harus fokus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Ini kuncinya, apalagi di tengah wabah COVID-19 saat ini,” tegas Andries.

Diketahui, pengerjaan Rehabilitasi Gedung Kantor dan Interior Mess Muba tersebut sedikitnya mengucurkan dana sebesar Rp.1.297.138.888.00 atau Rp1,2 Miliar lebih yang bersumber dari dana APBD Pemkab Muba Tahun Anggaran 2020.

Tercatat tanggal kontrak dimulai pada 25 Agustus 2020 lalu dan waktu pelaksanaan 90 hari kalender, dimana yang bertindak sebagai pelaksana yakni dari CV Dualindo Perkasa.

Saat dikonfirmasi detiksumsel.com beberapa waktu lalu melalui telepon seluler, Kabag Umum dan Perlengkapan Pemkab Muba, Sefrizal mengaku saat ini proses pengerjaan rehabilitasi Gedung Kantor dan Interior Mess Muba tersebut sedang berjalan.

Baca Juga :   486 Balita di Lahat Mengalami Stunting

“Yang kita rehab itu ruang untuk rapat, ada juga interior ruang rapat seperti pemasangan wallpaper,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk pengerjaan rehab dilakukan secara keseluruhan gedung dan ada juga pemasangan listrik. “Rehab gedung semuanya, interior eksterior, listrik, fisik konstruksi. Insya Allah kita sesuai dengan desain,” kata Seprizal.

Ditanyai terkait interior jenis apa saja dan spesifikasi detail rehab sehingga menyedot dana mencapai Rp1,2 Miliar atau seharga satu unit rumah mewah di Palembang, Seprizal mengaku dirinya tidak terlalu hafal. “Saya tidak terlalu hafal, yang jelas ada rehab gedung dan pemasangan interior,” singkatnya.

Pantauan di lokasi, Kamis (24/9) tampak para pekerja yang diperkirakan berjumlah sekitar 5 orang, tengah melakukan pembersihan, dan pengecetan dinding gedung. Uniknya lagi, justru papan proyek tidak terlihat terpasang di depan gedung.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Efen Permata

Avatar

Check Also

Buka Kejuaraan Elang Nusantara Cup 1, HD : Ajang Ini Bisa Jadi Penyemangat Alet Mengejar Prestasi

Palembang, Detik Sumsel – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru  membuka Kejuaraan Elang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *