Detik
Pemprov
Kabid Perbendaharaan, BPKAD Lahat, Adi Kurniawan. Foto Heru/DS.

Penerapan SIPD di Lahat Masih Terkendala

Lahat, Detik Sumsel – Guna mempercepat realisasi visi Lahat Bercahaya, pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran tiap OPD dalam waktu dekat bakal diberi bimbingan mengoprasikan SIPD dengan benar. Pasalnya saat ini, penerapan SIPD masih alami kendala, dan berimbas pada terhambatnya proses yang harus berjalan.

Kepala BPKAD Kabupaten Lahat, Sahabadi T MSi, melalui Kabid Perbendaharaan, Adi Kurniawan SE menjelaskan, pemahaman pengoprasian SIPD oleh tiap OPD sangat dibutuhkan. Karena penyusunan program kegiatan pada APBD, harus sesuai petunjuk teknis dan skala prioritas. Sehingga uang daerah bisa dibelanjakan secara efektif dan efisien.

Baca Juga :   Tarikan Sepi, Ariyanto Ikut Teman Nyolong AC

“Untuk itu penggunaan teknologi Informasi e-Government yang meliputi e-Planing, e-Budgeting, dan e-Procurement, sudah harus digunakan pada tahun anggaran 2021ini,” kata Adi Kurniawan, Rabu (24/2).

Adi Kurniawan menambahkan, tiap OPD nantinya harus aktif melakukan tanya jawab, terkait hal yang masih belum dipahami dalam penerapan SIPD. Sehingga informasi mengenai beberapa implementasi pelaksanaan SIPD, bisa benar-benar berpedoman pada fungsi penerapan SIPD.

“Dengan Bimtek nanti, kita berharap dapat meningkatkan pemahaman
dan kinerja tiap OPD, tentang pengelolaan keuangan daerah,” tambahnya. Prinsipnya juga harus sesuai kebutuhan, tertib, tepat waktu, transfaran, partisipatif melibatkan masyarakat dan tidak bertentangan dengan kepentingan umum, yakni peraturan perundang-undangan
yang lebih tinggi dan peraturan daerah lainnya.

Baca Juga :   Tambah Bangunan Rawat Inap, RSUD Sekayu Siap Penuhi Pelayanan di Luar Sumsel  

Disinggung terkait kendala yang terjadi saat ini, Adi menuturkan bukan hanya terjadi di Kabupaten Lahat, melainkan terjadi diseluruh Indonesia. Hal ini karena pemahaman terkait pengoprasian SIPD tiap OPD belum sepenuhnya berjalan. Begitu juga untuk pencarian solusi dari kendala yang timbul.

“Jadi bukan kita menghambat, kondisi ini terjadi se Indonesia. Selain kurangnya pemahaman SDM, ditambah untuk menjelaskan teknisnya kita belum seluruhnya paham,” jelasnya. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Makmurkan 74 Masjid Dan 62 Musala

Muaraenim, Detik Sumsel- Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) memakmurkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *