Detik
Pemprov
Normalisasi kendaraan yang over dimension dan over loading di halaman Griya Agung Palembang

Penegakan Hukum dan Sadar Hukum, Bisa Wujudkan Zero Odol di Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung penuh pelaksanaan Zero Over Dimension Over Loading di Sumsel yang dilakukan Kementerian Perhubungan RI. Hal ini setelah deklarasi dan normalisasi kendaraan yang over dimension dan over loading di normalisasi dihalaman Griya Agung Sabtu (27/2/2021) kemarin.

Normalisasi kendaraan yang over dimension dan over loading dilakukan langsung oleh gubernur Sumsel H Herman Deru yang disaksikan Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian RI, Budi Setiyadi.

HD mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Perhubungan Darat Kementerian RI yang telah hadir meninjau setiap Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel untuk melihat secara langsung keadaan trasnportasi pengangkut barang yang ada di Sumsel.

Menurut HD kendaraan yang over dimension dan over loading merupakan permasalahan yang telah lama dihadapi. Salah satu faktor yang menyebabkan jalan-jalan di Sumsel tidak bertahan lama adalah kendaraan yang over dimension dan over loading.

Baca Juga :   Kuras Sumur Tetangga Firdaus Tewas Kehabisan Oksigen

“Kalau kita bicara tentang overloading dan over dimensi, secara kasat mata saja masyarakat dapat mengetahuinya, untuk itu penegakan hukum harus dijalankan dan juga kesadaran hukum harus kita tanamkan kepada pelaku usaha yang menggunakan kendaraan truk dalam berbisnis,” ucap HD.

Sementara itu, Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian RI, Budi Setiyadi mengatakan, bahwa optimalisasi jembatan timbangan tidak begitu dapat mengurangi permasalahan ODOL.

“Karena faktanya masih banyak ditemukan kendaraan yang berlebihan dimensi dan muatannya,” ungkap Budi.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait SIK SH MH menambahkan setelah sosialisasi pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Provinsi maupun Dishub kabupaten kota di Sumsel bersama Satlantas Polres jajaran untuk melakukan penindakan dan penegakan hukum terhadap kendaraan Over dimensi dan over loading.

Baca Juga :   Feby Deru Rangkul Korban Kekerasan Seksual di Sumsel untuk Lebih Berani Melapor

Dijelaskan Hotman dalam pasal 307 jo pasal 169 ayat ( 1 ) UU no 22 tahun 2009 tentang angkutan lalu lintas dan angkutan jalan mengatur tentang tata cara pemuatan barang ( tidak mematuhi mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan).

“Bagi yang melanggar sanksinya kurungan paling lama 2 (dua) bulan, denda paling banyak Rp. 500.000,- (lima rarus ribu rupiah).

Sedangkan dalam pasal Pasal 277 jo pasal 50 ayat ( 1 ) pelanggaran yang menyebabkan perubahan tipe kendaraan. Sanksinya kurungan paling lama 1 (satu) tahun, denda paling banyak Rp. 24.000.000,- (dua puluh empat juta rupuah).

“Selian itu kami juga akan menindak pelaku kejahatan lalu lintas. Kejahatan lalu lintas seperti perusahaan atau karoseri yang sengaja mengubah dimensi kendaraan yang tidak mempunyai sertifikat dari Ditjen perhubungan darat dan turunannya,”tegasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Fauzi

Avatar

Check Also

Makmurkan 74 Masjid Dan 62 Musala

Muaraenim, Detik Sumsel- Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) memakmurkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *