Pemerintah Kabupaten Banyuasin Siap Menyukseskan Asian Games Tahun 2018

Pencuri Besi Rumah Sekda Kota Palembang Terancam 7 Tahun Bui

0
239
Drs. H. Harobin Mustopa M.Si saat memberikan kesaksian pada sidang di PN Klas 1A khusus Palembang
Drs. H. Harobin Mustopa M.Si saat memberikan kesaksian pada sidang di PN Klas 1A khusus Palembang

Palembang,  Detik Sumsel, – Terdakwa kasus pencurian Muhammad Fadli dan Michael Yulius serta Aj yang masih dibawah umur terancam pidana penjara selama 7 tahun. Pada persidangan yang digelar di PN Klas 1A khusus Palembang, Rabu (31/10).

Itu lantaran para terdakwa diserap pasal 363 KUHP tentang pencurian. Dalam sidang itu hadir Sekda kota Palembang Drs. H. Harobin Mustopa M.Si yang ternyata adalah saksi korban.

Pada keterangannya Harobin membenarkan kejadian yang di alaminya, dan mengatakan jika salah satu pelaku pencurian adalah anak pembantunya.”Saya maafkan,  tapi proses hukum harus berjalan agar jera dan tak mengulang dikemudian hari, “Terangnya dihadapan majelis hakim diketuai Ahmad Suhell.

Usai mendengarkan keterangan saksi,  Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda keterangan terdakwa.”Sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda keterangan terdakwa.” Jelasnya.

Diketahui ketiga terdakwa M. Fadli terdakwa II michael Yulius dan Adji (berkas terpisah) pada hari Rabu tanggal 25 Juli 2018 sekira pukul 04.00 wib, di Komplek Pemda Blok F-3 No.23 Rt37 Rw.12 Kel. Talang Kelapa Kec. Alang-alang lebar Palembang tepatnya dikediaman PLH Walikota Palembang, telah Mengambil barang berupa 2 (dua) batang besi Ti dengan panjang 12 (dua belas) meter dan 3 (tiga) buah rangkaian besi cakar ayam yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain yaitu milik saksi korban Drs. H. Harobin Mustopa M.Si dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak, yang dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih, dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak, perbuatan hukum.

Bermula Pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan diatas, bermula ketika kedua terdakwa dan anak Adjie selesai bermain warnet di warnet Cyber Komplek Pemda dan ketika diperjalan pulang kerumah kedua terdakwa dan anak Adjie melintasi rumah saksi korban, yang pada saat itu terdakwa Michael melihat disekitar rumah saksi korban banyak tumpukan besi.

Melihat hal tersebut kemudian kedua terdakwa dan anak Adji langsung mengambil besi berupa 2 (dua) buah batang besi behel dengan ukuran 10 Ti dan ukuran 8 Ti dengan panjang 12 (dua belas) meter serta 3 (tiga) buah rangkayan besi/cakar ayam, setelah berhasil kedua terdakwa dan anak Adjie lansung membawa besi-besi tersebut kerumah sdr. Herman untuk dijualkan, sesampainya dirumah sdr. Herman terdakwa Michael dan anak Adjie menunggu diluar pagar rumah sdr. Herman sedangkan terdakwa Fadli masuk dengan membawa 2 (dua) besi tersebut dan tidak lama kemudian terdakwa Fadli keluar dengan membawa uang sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah), setelah itu terdakwa Michael langsung pergi lagi ke warnet cyber, sedangkan terdakwa Fadli dan anak Adjie kembali kerumah saksi korban dan langsung mengambil 3 (tiga) buah rangkaian besi/cakar ayam, selanjutnya terdakwa Fadli dan anak Adjie langsung menjualkan besi tersebut ke tukang burukan didaerah Pulo Gadung seharga Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah).

Setelah itu terdakwa Fadli dan anak Adjie langsung menyusul terdakwa Michael ke warnet cyber. Kemudian sekira pukul 08.00 wib ia anak Adjie pulang kerumahnya, sedangkan kedua terdakwa masih bermain warnet hingga sore hari dan sekira pukul 18.00 wib datanglah anggota Sat Pol PP ke warnet tersebut dan langsung membawa kedua terdakwa ke Polsek Sukarami untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp.1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) atau setidak-tidaknya lebih dari Rp.250,- (dua ratus lima puluh rupiah).(vot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here