Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Oleh : Senja Nasril, SH

Pemuda Buta Politik?

Sebagai pemuda sudah menjadi tanggungjawab kita kepada ibu pertiwi untuk mencerdasakan dan memajukan negeri ini. Pemuda mempunyai andil besar dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan dan sampai pada saat ini, pemuda masih tetap turut andil dalam memajukan dan mencerdaskan bangsa. Karena begitu besarnya peran pemuda dalam memperjuangkan dan memajukan bangsa, pada 14 Oktober 2009 disahkannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.


Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan tertera bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak perintisan pergerakan kebangsaan Indonesia, pemuda berperan aktif sebagai ujung tombak dalam mengantarkan bangsa dan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat. Pemuda merupakan sumber kekayaan intlektual dan mewakili semangat semua golongan, sudah sewajarnya pemuda harus berperan aktif serta mengambil bagian dalam setiap aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, agama, dan politik dimasa yang akan datang. Dalam pembaruan dan pembangunan bangsa, politik sangat mempengaruhi setiap kebijakan yang akan di ambil baik oleh esekutif maupun legislatif, pemuda mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam bidang politik sehingga perlu dikembangkan potensi dan perannya sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Baca Juga :   Bersama Pangdam, Herman Deru Temui Para Veteran

Namun akhir-akhir ini pemuda banyak yang tidak peduli dan cuek terhadap politik, hal ini disampaikan Founder dan CEO Alvara Research Center pada 2018 silam. Citra politik yang buruk saat ini sangat terasa kesemua lapisan masyarakat khususnya kepada pemuda, pemuda tentunya menilai setiap langkah politik dan kebijkan publik yang di ambil dan dijalankan oleh lembaga esekutif maupun legislatif. Sebagai pemuda sudah seharusnya tidak ikut mendiamkan hal-hal yang tidak memajukan bangsa dan harus turut andil ikut berjuang memajukan bangsa.

Sudah menjadi tugas dari kita semua khususnya pemuda untuk mengembalikan citra politik yang baik agar masyarakat peduli terhadap kondisi bangsa saat ini. Melek politik bagi pemuda memang sudah seharusnya menjadi sebuah kesadaran, dengan memberikan kritik dan saran terhadap pemerintah merupakan suatu check and balance antara pemerintah dan masyarakat. Gerakan pemuda dinilai sebagai kekuatan politik yang kuat, karena pemuda saat ini merupakan barisan yang menjadi basis dan garda terdepan bagi masyarakat, pemuda jelas memegang peranan penting pada setiap pemilu.

Pemuda harus ambil bagian untuk dan secara aktif berpartisipasi dalam setiap aspek politik serta juga harus memberikan masukan dan ide-ide untuk dalam memajukan Indonesia. Jangan sampai tidak peduli dengan aktivitas politik, karena ditangan pemuda masa depan bangsa ini akan mengarah kemana. Memberikan wawasan kepada seluruh komponen masyarakat harus dilakukan pemuda, sehingga ada kepedulian terhadap politik yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga :   Pemasangan Tapping Box Efektif Tingkatkan Pajak Daerah

Bertolt Brecht, penyair asal Jerman (1898-1956), menyampaikan pandangannya, bahwa buta yang terburuk adalah buta politik. Hal terpenting yang harus dilakukan pemuda saat ini untuk memperbaiki citra politik dengan melakukan kontribusi yang maksimal terhadap politik di Indonesia dengan cara ikut berpartisipasi dalam menyukseskan agenda politik nasional, bukan malah menjauhi dan seolah-olah tidak peduli lagi, memberikan ide dan masukan melalui karya nyata untuk pemerintah khususnya dalam sektor politik, serta bergerak untuk melakukan pencerdasan politik terhadap masyarakat, saat masyarakat di Indonesia sudah cerdas, tentu dapat membedakan mana calon pemimpin yang baik dan mana calon pemimpin yang buruk untuk memimpin negeri ini. Pemimpin yang baik lahir dari rakyat yang baik, maka dari itu sangat diperlukan kemampuan pemuda untuk mencerdaskan masyarakat agar tidak salah menentukan pemimpin yang mampu memimpin negeri ini dengan baik.


Penulis: Senja Nasril, SH | Mahasiswa S2 Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya | Ketua II PW Lakpesdam NU Sumsel

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Raam

Raam

Check Also

Kapolda Sumsel Hadiri Peletakan Batu Pertama Rehab GOR di Lahat

Lahat, Detik Sumsel — Rencana rehab gedung olahraga M Hasan yang dibangun Kapolda Sumsel, Irjen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda