Beranda Kriminal Pembunuhan di Cafe Pink Direkonstruksi, Keduanya dalam Kondisi Mabuk, Tersangka Tersinggung dengan...

Pembunuhan di Cafe Pink Direkonstruksi, Keduanya dalam Kondisi Mabuk, Tersangka Tersinggung dengan Korban

Tanggal : Pukul :
708
0
Tersangka Polta Jaya alias Polta memperagakan adegan menusuk korban Haiman diluar Cafe Pink

Palembang, Detik Sumsel — Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel Kamis (22/11) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Cafe Pink, Jalan Soekarno Hatta, Palembang yang terjadi pada Sabtu 19 Agustus 2017.

Dalam rekonstruksi ini tersangka Polta Jaya alias Polta memerankan langsung adegan demi adegan saat menghabisi nyawa Haiman dengan menggunakan pisau sebanyak tiga lobang.

Sebelum terjadi pembunuhan antara tersangka dan korban malam itu sama – sama berada di dalam Cafe Pink sebagai pengunjung.

Karena sama dalam kondisi mabuk Miras keduanya pun berselisih paham. Saat itu korban memeluk tersangka dari belakang
sambil mengancam dengan menggunakan botol minuman.

Hingga terjadi lah perkelahian kedua didalam Cafe sampai korban mengeluarkan pisau dari pinggang nya lalu menusuk korban sebanyak dua lobang. Setelah korban ditusuk, korban lari keluar Cafe namun tetap dikejar oleh tersangka tepat didepan Cafe tersangka kembali menusukan pisau sebanyak satu lobang dibagian belakang tubuh korban hingga korban roboh. Puas menusuk korban tersangka langsung meninggalkan korban dengan sepeda motor nya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariyadi menjelaskan dalam rekonstruksi ini sebanyak 17 adegan diperagakan langsung oleh tersangka. Pertama ada 11 adegan berdasarkan keterangan tersangka namun setelah dikembangkan ada 17 adegan.

“Dari hasil rekonstruksi ini ada tiga tusukan yang dilakukan oleh tersangka saat membunuh korban Haiman. Didalam Cafe korban ditusuk dua lobang dan diluar Cafe tersangka kembali menusuk korban,”ujarnya usai rekonstruksi.

Lanjutnya, motif dari pembunuhan ini adalah ketersinggungan antara tersangka dan korban karena keduanya dalam kondisi mabuk. “Setelah rekonstruksi berkas perkara tersangka dan barang bukti akan segera dikirim ke Penuntut Umum untuk segera diajukan ke pengadilan.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here